President Direktur Vale Indonesia Nico Kanter. Medcom/Ayu.
President Direktur Vale Indonesia Nico Kanter. Medcom/Ayu.

Vale Indonesia-Inalum Telah Bicarakan soal Divestasi

Ekonomi vale indonesia
Suci Sedya Utami • 08 Februari 2019 05:24
Jakarta: PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyatakan telah berbicara dengan Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum terkait rencana divestasi saham mereka.
 
Pembicaraan dengan Inalum dilakukan karena Vale Indonesia menganggap perusahaan pelat merah tesebut nantinya kemungkinan ditunjuk oleh pemerintah untuk mengambil alih divestasi.
 
Presiden Direktur Vale Indonesia Nicolas Kanter bahkan mengibaratkan Vale dan Inalum layaknya seperti orang yang berpacaran dan saling menghubungi satu sama lain. Namun pembicaraan itu bersifat informal atau belum resmi sebab Vale masih menunggu arahan pemerintah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masa kita enggak ngomong, masa kita pacaran enggak telepon-teleponan," kata Nico ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Februari 2019.
 
Sebetulnya kata Nico, dalam amandemen kontrak karya pihaknya dengan Pemerintah Indonesia, memperbolehkan divestasi dilakukan dengan cara right issue. Vale diperbolehkan untuk mendivestasikan sahamnya sebesar 20 persen ke publik pada Oktober 2019.
 
Namun kata Nico pihaknya mengutamakan untuk menawarkannya dulu pada Pemerintah Indonesia. Pemerintah juga memiliki opsi untuk menunjuk badan usaha milik negara (BUMN) untuk mengeksekusi penawaran divestasi tersebut.
 
"Di luar itu (swasta) wallahualam. Kalau di kita kan tetap setia sampai mati (ke Indonesia)," jelas dia.
 
Sebelumnya, merespon minat diverstasi anak usaha perusahaan asal Brazil itu, Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno pun menyatakan minat untuk mencaplok saham Vale. Namun tentu masih menunggu penugasan.
 
"Kami sih berminat, tapi belum ada penugasan. Inalum juga katanya berminat, semuanya juga berminat, tapi kami dari BUMN itu belum ada penugasan," kata Fajar.
 
Di sisi lain Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya juga menunggu penugasan dari pemerintah terkait divestasi Vale. Sebab diketahui Vale merupakan salah satu produsen nikel terkemuka di Indonesia.
 
"Nikel itu penting sekali untuk baterai di masa depan. Jadi kalau saya ditanya penting atau tidak? Ya penting. Tapi apakah mau diambil sahamnya atau tidak? Ya tergantung penugasan. Itu mesti tanya Ibu Menteri," jawab Budi.
 

 

(SAW)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif