Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya)
Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya)

Pertamina Was-was Kendaraan Listrik Gerus Bisnis BBM

Ekonomi pertamina motor listrik
Suci Sedya Utami • 15 Agustus 2019 13:27
Jakarta: PT Pertamina (Persero) mengaku ada kekhawatiran terkait kemajuan kendaraan listrik nantinya akan berpengaruh pada bisnis bahan bakar minyak (BBM). Pertamina cemas konsumen akan beralih pada bahan bakar listrik.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid dalam coffee morning Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Mas'ud mengatakan saat ini pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang kendaraan listrik.
 
"Yang lebih gawat dari itu adalah mobil listrik, kendaraan listrik karena itulah main customer kami," kata Mas'ud di BPH Migas, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mas'ud mencontohkan di Tiongkok yang perkembangan kendaraan listriknya luar biasa dahsyat. Dia bilang karena pertumbuhan kendaraan listrik yang pesat di negeri Tirai Bambu tersebut membuat penjualan minyak di sana tidak tumbuh karena pasarnya dimakan oleh kendaraan listrik.
 
"Ini di Tiongkok ada sekitar 2,7 juta kendaraan listrik hari ini dan trennya terus naik dari 4,7 juta dari kendaraan listrik di dunia, Tiongkok sekitar 2,7 juta. Tiongkok dengan Indonesia enggak jauh," ujar Mas'ud.
 
Mas'ud mengatakan perkembangan energi listrik untuk kendaraan menjadi real kompetitor bagi bisnis minyak ke depannya. Oleh karenanya Pertamina tengah berfikir bagaimana agar substitusi energi tersebut tidak membuat bisnis di subenergi lainnya mati.
 
Termasuk juga untuk masuk dalam bisnis mobil listrik terutama penyediaan fasilitas pengisian daya listrik atau stasiun pengisian listrik umum (SPLU). Namun hal tersebut tentu sangat tergantung dari regulasi ke depannya. Saat ini Pertamina juga telah memiliki fasilitas SPLU yang berada di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kuningan.
 
"Dalam situasi dinamika disrupsi seperti ini, Pertamina tetap waspada," jelas dia.
 
Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengaku telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) soal mobil listrik. Ia berharap, Perpres tersebut dapat menunjang industri mobil listrik di Indonesia.
 
"Sudah saya tandatangani Senin (5 Agustus 2019) pagi," kata Jokowi.
 
Pemerintah mendorong pengembangan kendaraan listrik salah satunya ditujukan agar dapat mengurangi konsumsi minyak yang selama ini dinilai menjadi penyebab defisit pada neraca perdagangan dan juga neraca transaksi berjalan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif