Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

RI Berkomitmen Jalankan Reformasi Energi

Ekonomi energi terbarukan
Suci Sedya Utami • 01 Juli 2019 01:04
Abu Dhabi: Indonesia menegaskan komitmen melaksanakan reformasi energi. Komitmen disampaikan pada agenda Abu Dhabi Climate Meeting di Abu Dhai, Uni Emirate Arab, Minggu, 30 Juni 2019.
 
"Reformasi energi itu kami lakukan juga untuk mengembang energi bersih serta energi baru terbarukan," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di sesi ketika informal coalition ministerial breakfast.
 
Jonan menunjukkan sejumlah aktivitas reformasi energi tersebut. Pertama, memperluas jaringan gas kota yang memberi akses bagi 463.619 rumah tangga sejak 2015-2018. Kedua, mengimplementasikan progran lampu ejergi matahari yang menyediakan akses energi haru terbaruka bagi lebih 250.000 rumah di desa terpencil dan pulau-pulau kecil sepanjang 2017-2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketiga, mengonversi secara besar-besaran minyak tanah ke gas yang lebih bersih untuk memasak di rumah-rumah tangga. Pemanfaatan Liquid Petroleum Gas (LPG) mencapai 12,2 juta ton sejak 2015-2018. Konversi juga dilakukan pada bahan bakar untuk kapal-kapal nelayan kecil.
 
"Di masa depan, kami berharap reformasi subsidi energi fosil akan mendukung lebih banyak pengembangan enerbi baru terbarukan serta peningkatan efisiensi energi," tutur Jonan.
 
Jonan juga menegaskan komitmen Indonesia untuk mewujudlan bauran energi dengan 23 persen energi baru dan terbarukan pada 2025 serta biofuel dengan kadar B20, B30 hinggs B100.
 
Lebih jauh Jonan meminta negara-negara besar terlibat aktif dalam upaya pengadaan energi baru dan terbarukan untuk mengurangi ancaman perubahan cuaca.
 
"Kami meminta dan mendorong keterlibatan aktif Amerika, Tiongkok, India dan Jepang sebagai negara-neraa pengguna energi yang sangat besar," ucap Jonan.
 
Abu Dhabi Climate Meeting dibuka oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Antonio Guterres. Pertemuan dua hari ini diikuti 1.700 menteri, kalangan dunia usaha dan pakar. Mereka membicarakan program berupa inplementasi tujuan yang dicanangkan dalam 2015 Paris Agreement dan tantangan ke depan. Kesepakatan Paris 2015 berisi kesepakatan untuk mengurangi emisi karbondiaksida.
 

(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif