Illustrasi. Dok : MI/Arya Manggala.
Illustrasi. Dok : MI/Arya Manggala.

Pertamina Tambah Anggaran Investasi Jadi Rp64,43 Triliun

Ekonomi pertamina
Suci Sedya Utami • 13 Agustus 2019 23:27
Jakarta: PT Pertamina (Persero) merevisi anggaran investasi dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2019 menjadi USD4,5 miliar atau setara Rp64,43 triliun.
 
Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansury mengatakan dalam revisi tersebut terdapat tambahan investasi sebesar USD200 juta hingga USD300 juta. Awalnya anggaran investasi perseroan untuk tahun ini sebesar USD4,2 miliar.
 
"Kita ada tambahan USD200 juta-USD300 juta, estimasi kita USD4,5 juta tahun ini," kata Pahala ditemui di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan tambahan investasi atau belanja modal tersebut dipergunakan untuk mendanai pengembangan proyek kilang atau Refinery Development Master Plan (RDMP). Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia ini mengatakan utamanya untuk revitalisasi Kilang Balikpapan. Kapasitas produksi Kilang Balikpapan ditargetkan akan naik sekitar 38 persen dengan adanya pengembangan tersebut.
 
Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang menyatakan saat ini kilang Balikpapan berkapasitas 260 juta barel per hari. Pengembangan tersebut akan ditingkatkan menjadi 360 juta barel per hari.
 
Dengan adanya peningkatan ini maka volume produk yang dihasilkan pun bertambah. Seperti produksi gasoline sebanyak 100 ribu barel per hari hari, diesel sebanyak 30 ribu barel per hari, LPG sebanyak 1.500 ton per hari dan produk propylene sebanyak 230 ribu ton per hari.
 
"Peningkatan produk hasil dari Kilang Balikpapan ini tentunya akan menambah ketahanan dalam mencukupi kebutuhan energi nasional. Bukan hanya itu, tentunya juga akan berdampak pada penguatan devisa negara dan GDP Nasional," kata Ignatius.
 
RDMP Balikpapan merupakan satu dari proyek pengembangan dan peningkatan kapasitas kilang yang dilakukan Pertamina. Bukan hanya penambahan kapasitas, namun produk yang dihasilkan juga akan memiliki standar EURO V.
 
Selain itu, kompleksitas kilang juga akan bertambah sehingga bisa menghasilkan produk-produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan bisa mengolah crude dengan kandungan sulfur lebih tinggi. Dengan investasi sekitar USD6,5 miliar, Kilang Balikpapan akan menggunakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang diprediksi mencapai lebih dari 30 persen.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif