Jokowi: 1,2 Juta KK Belum Tersambung Listrik
Presiden Joko Widodo, Medcom/Eko Nordiansyah.
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengungkap masih ada 1,2 juta kepala keluarga (KK) yang belum tersambung listrik. Mayoritas dari mereka belum menikmati sambungan listrik sendiri karena masih menyambung listrik (levering) dari tetangga atau rumah orang tuanya.

"1,2 juta itu (belum tersambung listrik mandiri) di seluruh provinsi dan akan terus kita sisir (selesaikan) satu per satu," kata Jokowi usai memberikan sambungan listrik secara gratis bagi masyarakat di Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu, 2 Desember 2018.

Dirinya menambahkan, mahalnya biaya sambung listrik yang bisa mencapai Rp1 juta menjadi kendala masyarakat menyambung listrik dari orang lain. Padahal mereka sebenarnya mampu membayar tagihan listrik setiap bulannya.

"Kendalanya untuk membayar sambungan pertama yang mahal bagi masyarakat berpenghasilan rendah," jelas dia.

Untuk Provinsi Jawa Barat, berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) terdapat 235.756 masyarakat tidak mampu belum tersambung listrik PLN secara langsung.

Hingga 30 November 2018 sudah tersambung dengan baik sebanyak 60.741 KK, jumlah ini telah melampaui target November sebesar 60 ribu KK. Hingga saat ini terus dilakukan proses penyambungan sehingga target pada akhir Desember 2018 dapat tersambung sebanyak 100.970 KK.

Melalui program BUMN Hadir untuk Negeri, masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan sambungan gratis yang disubsidi oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN serta 34 BUMN lainnya.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id