Konsumsi Listrik DKI Turun 2.500 MW saat Libur Lebaran

Annisa ayu artanti 15 Juni 2018 10:35 WIB
listrik
Konsumsi Listrik DKI Turun 2.500 MW saat Libur Lebaran
Ilustrasi Kota DKI Jakarta. (FOTO: MI/Galih Pradipta)
Jakarta: Konsumsi listrik DKI Jakarta saat libur Lebaran diklaim turun hingga mencapai 2.500 megawatt (mw) atau 50 persen dari beban puncak rata-rata per hari yang mencapai 5.000 mw.

"Konsumsi listrik Jakarta turun 2.500 mw saat Lebaran. Biasanya beban puncak DKI Jakarta mencapai 5.000 mw di siang hari dan 4.800 mw di malam hari. Kita prediksikan saat libur Lebaran konsumsi listrik DKI Jakarta seperti tahun-tahun sebelumnya akan turun sampai 2.500-3.000 mw," ujar GM PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) M Ikhsan Asaad, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 15 Juni 2018.

Penurunan konsumsi listrik ini, lanjut Ikhsan, sudah diantisipasi PLN. Penurunan tersebut akibat tutupnya industri-industri dan bisnis yang tutup tidak melakukan aktivitas seperti biasanya.

Pasokan listrik DKI Jakarta disuplai oleh tujuh sub sistem (500/150KVa). Kapasitas total pasokan listrik DKI Jakarta mencapai 11.353 mw yang disalurkan ke 55 gardu induk 150/20 kV dan satu gardu induk 70/20kV. Pasokan listrik DKI Jakarta terhubung dengan kabel interkoneksi dan cadangan yang tersedia mencapai 8.000 mw.

Berdasarkan perkiraan PLN, beban jelang malam takbiran adalah sebesar 2.818 mw di siang hari dan 2.922 mw pada malam hari. Sementara beban saat hari H Idulfitri diprediksi sebesar 2.527 mw pada siang hari dan 2.830 mw pada malam hari.

 



(AHL)