Ilustrasi transaksi di toko daring. Foto : AFP.
Ilustrasi transaksi di toko daring. Foto : AFP.

UMKM di Toko Daring Berpeluang Mendapatkan Kemudahan Modal

Ekonomi UMKM
Ilham wibowo • 29 Juli 2020 16:19
Jakarta: Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah bertransformasi memanfaatkan transaksi digital berpeluang mendapatkan pendanaan tambahan untuk pengembangan usaha. Kredit bakal diberikan apabila dinilai mampu beradaptasi selama pandemi covid-19.
 
Co-Founder & COO Modalku Iwan Kurniawan mengatakan bahwa UMKM yang telah go digital jadi potensi baru dalam meningkatkan pertumbuhan kredit peer to peer (P2P) lending. Segmen yang tengah berkembang di kala pandemi covid-19 seperti ekosistem industri kesehatan.
 
"Kami akan melayani segmen baru yang berkembang pada saat covid-19," kata Iwan dalam sebuah diskusi virtual, Rabu, 29 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya kesehatan, bidang usaha lainnya yang potensial tumbuh juga bakal didorong lebih maksimal seperti penjual kebutuhan sehari-hari. Contoh barang konsumen yang bergerak cepat selama pandemi covid-19 seperti produk makanan dan minuman, kosmetik perawatan tubuh, dan barang kelontong.
 
"Kami akan support UMKM yang sukses beradaptasi di pandemi covid-19," ujarnya.
 
Pedagang di toko daring dinilai jadi nasabah potensial lantaran jumlahnya yang meningkat hingga 300 persen selama pandemi covid-19. Iwan menuturkan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan kerja sama dengan berbagai platform e-commerce untuk menyediakan fasilitas pinjaman terhadap merchant online.
 
"Kegiatan online akan jauh lebih meningkat ke depan dan artinya tren digital akan tumbuh dan penggunaannya akan lebih intensif," ungkapnya.
 
Digital Marketing Director Modalku Alexander Christian menambahkan pihaknya telah mengadakan survei terhadap 200 pengusaha daring di Indonesia dengan metode kuantitatif. Hasil dari survei menunjukkan platform digital yang digunakan oleh pengusaha online dalam menjalankan usahanya didominasi oleh platform e-commerce seperti Shopee (77,5 persen) dan Tokopedia (70,5 persen), serta aplikasi pesan seperti Whatsapp dan Line (62 persen).
 
Permasalahan usaha yang ingin diselesaikan dengan mendapatkan pinjaman modal adalah untuk meningkatkan stok barang (63,5 persen), mencoba peluang usaha baru (57,5 persen), dan melakukan pemasaran online (49,5 persen). Sekitar 70 persen dari responden sudah merasa nyaman untuk mengajukan pinjaman secara online.
 
"Seringkali segmen ini terkendala mendapatkan akses pendanaan karena tidak memiliki agunan, padahal mereka adalah bagian dari sektor yang menggerakkan ekonomi digital di Indonesia," ujarnya.
 
Sementara itu, AVP Partnership Success Lead Marsya Juwita Aderizal memaparkan bahwa Modalku bisa memberikan pendanaan tanpa agunan kepada pengusaha di toko daring hingga Rp250 juta dengan jangka waktu sampai 12 bulan.
 
Bunga pinjaman yang dikenakan mulai dari dua persen per bulan atau 24 persen per tahun yang akan ditentukan berdasarkan profil risiko dari masing-masing penjual dengan proses persetujuan cepat maksimal tiga hari kerja setelah dokumen dilengkapi.
 
Pelaku UMKM potensial juga bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa agunan hingga Rp2 miliar yang didanai oleh pemberi pinjaman platform yakni individu atau institusi yang mencari alternatif investasi melalui pasar digital.
 
"Setelah 3-4 tahun kami kerja sama dengan platform e-commerce, Kami berhasil berikan jutaan pinjaman. Jangkauan pasar pun tidak hanya di Pulau Jawa melainkan ada juga di Medan, Batam dan Makasar sebagai area potensial untuk pengusaha online," tuturnya.
 

(SAW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif