Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

RI Jadi Pasar Potensial Pengembangan Blockchain dan Aset Kripto

Ekonomi cryptocurrency Blockchain
Husen Miftahudin • 26 Oktober 2020 22:10
Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) Indonesia Digital Asset Exchange (Indodax) Oscar Darmawan menyatakan Indonesia menjadi pasar potensial pengembangan blockchain dan aset kripto. Kondisi ini membuat banyak pengembang (developer) kripto seluruh dunia masuk ke Indonesia.
 
"Indodax adalah jembatan para investor dari seluruh dunia, termasuk dari pengembang blockchain dan aset kripto dalam negeri untuk menyasar pasar Indonesia. Indodax hadir ke masyarakat Indonesia sebagai platform bursa untuk trader yang menyukai mengambil keuntungan dari trading aset kripto," ujar Oscar dalam keterangannya, Senin, 26 Oktober 2020.
 
Salah satu aset kripto yang baru hadir di Indonesia ialah Link Eye (LET), ter-listing di Indodax pada Oktober 2020. LET merupakan aset kripto yang bergerak pada sistem keuangan finansial terdesentralisasi atau decentralized finance (DeFi).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Chief Operating Officer (COO) LET Hordi Vitalii mengungkapkan, tercatatnya LET di bursa Indodax menandai langkah pertamanya memasuki pasar Asia dan ekspansi global. Di Indonesia, reputasi LET diyakini bakal meningkat.
 
"Pencantuman LinkEye di Indodax pasti akan menjadi acara yang menarik dan dapat meningkatkan reputasi LinkEye di pasar global," harapnya.
 
Menurut dia, Indonesia merupakan pasar potensial di bidang aset kripto. Bahkan, Indonesia adalah negara dengan pasar cryptocurrency yang lebih potensial melebihi Tiongkok.
 
"LET akan berusaha untuk mendapatkan pijakan di pasar dan akan secara proaktif melakukan aktivitas pemasaran di pasar. LET ingin mendapatkan perhatian yang lebih besar di masyarakat Indonesia dan berharap bisa membangun komunitas yang kuat di Indonesia," papar Vitalii.
 
LET didirikan pada 2017 yang dilatarbelakangi oleh tim andal di bidang finansial dan blockchain. LinkEye juga telah berkomitmen untuk mengeksplorasi data kredit aset digital, dan diharapkan dapat memberi pengguna pinjaman aset digital terdesentralisasi.
 
Menurut Vitalii, LinkEye berfokus pada data kredit terdesentralisasi di mana layanan oracle-nya juga dapat memberikan data kredit yang akurat untuk produk DeFi. Selain itu, juga berkontribusi pada operasi keamanan produk DeFi.
 
"Melalui teknologi blockchain dan kontrak pintar, kami ingin menjamin kecerdasan, keamanan, dan kenyamanan aset on chain pengguna serta menciptakan ekosistem DeFi yang kuat dan beragam," pungkas dia.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif