Dompet digital DANA siap hadapi kondisi new normal. Foto: Dok.MI
Dompet digital DANA siap hadapi kondisi new normal. Foto: Dok.MI

Dompet Digital DANA Siap Hadapi New Normal

Ekonomi ekonomi digital New Normal
Ilham wibowo • 20 Mei 2020 17:25
Jakarta: Platform Dompet Digital Indonesia, DANA, mengaku siap menghadapi kondisi new normal dengan mengembangkan basis teknologi dan inovasi secara intensif. Selama masa pandemi covid-19, infrastruktur pembayaran dan transaksi secara nontunai serta nonkartu ini mengalami peningkatan.
 
Chief Technology Officer DANA Norman Sasono memaparkan transaksi melalui platform meningkat sebesar 15 persen selama dua bulan terakhir dengan jumlah pengguna yang juga meningkat hingga lebih dari 40 juta.
 
Catatan data ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah mempercayai penggunaan dompet digital sebagai metode pembayaran yang mudah, lancar, dan aman di berbagai situasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketika terjadi pandemi, kami mengembangkan kapabilitas dengan menciptakan solusi-solusi baru yang bermanfaat bagi segenap ekosistem. Anak-anak muda di DANA memiliki komitmen tinggi untuk bersama-sama menciptakan solusi yang dapat membantu masyarakat Indonesia dan negara untuk melalui covid-19 ini dengan baik dan lancar," kata Norman dalam sebuah diskusi melalui telekonferensi, Rabu, 20 Mei 2020.
 
Norman melanjutkan, talenta digital DANA juga turut berkontribusi menciptakan fitur yang mendukung pengumpulan donasi bagi tenaga medis selama penanganan covid-19. Selain itu, UMKM yang terdampak juga dibantu dengan mendaftarkan warung-warung di lingkungan rumah bisa bertransaksi lewat DANA.
 
"Teman-teman di DANA membuat program ini mulai dari Ide, pengembangan hingga implementasi. Kita boleh bangga bahwa ini adalah contoh kemampuan anak muda Indonesia untuk membuat program yang berkualitas dalam waktu singkat. Teknologi di tangan mereka yang memiliki kemampuan akan menghasilkan produk yang luar biasa," papar Norman.
 
Miniprogram Siap Siaga Covid-19 saat ini telah diakses lebih dari satu juta pengguna. Untuk program Bantu Warung Tetangga, dalam enam hari sejak live pertama pada 8 April 2020, jumlah warung yang sudah didaftarkan mencapai lebih dari 3.500 warung, yang akan terbantu oleh Kementerian Koperasi dan UKM.
 
Program-program lain yang mendapat dukungan penuh antusias masyarakat adalah program penyediaan tempat singgah untuk tenaga medis yang dihadirkan bersama Habitat for Humanity.
 
"Semangat gotong royong masyarakat Indonesia dapat terlihat jelas dalam program-program mengatasi dampak covid-19 ini. Inilah yang lebih memicu kami untuk berbuat lebih baik lagi,” ucap Norman.
 
Semantara itu, Chief People Officer DANA Agustina Samara menambahkan pihaknya juga berkolaborasi institusi keuangan untuk mempermudah pengguna melakukan transaksi kapanpun dan di manapun melalui teknologi penyimpanan kartu debit dan kredit di dalam aplikasi dompet digital DANA.
 
Kreativitas dan inovasi yang diciptakan bisa diimplementasikan dengan waktu terbatas serta tetap memiliki kualitas yang di atas rata-rata.
 
"Sangat erat kaitannya dengan tingginya kemampuan dan kompetensi tinggi tim DANA yang disebut DANAM8s. Kompetensi ini diperkaya kemampuan dalam memahami setiap isu-isu sosial ekonomi yang menjadi landasan mereka untuk membangun ide-ide out of the box dan mewujudkannya dalam bentuk solusi-solusi yang memiliki dampak luas," tuturnya.
 
Secara umum, animo masyarakat memanfaatkan dompet digital DANA terlihat meningkat pada beragam transaksi kebutuhan pokok, pembayaran tagihan, hingga donasi kemanusiaan. Menurutnya, masyarakat melakukan transaksi secara nyaman dengan tetap mengindahkan imbauan untuk melakukan physicial distancing dan tetap berada di rumah, terkait dengan pencegahan penyebaran covid-19.
 
Adapun 94 persen dari total transaksi yang dilakukan dengan menggunakan dompet digital DANA berupa transaksi online. Semantara enam persen sisanya berupa transaksi offline dengan menggunakan QR Code.
 
Transaksi nontunai secara online yang banyak dilakukan oleh masyarakat dengan menggunakan DANA selama pandemi covid-19 adalah transaksi di e-commerce, transaksi pembelian pulsa telepon selular. Kemudian transfer uang ke sesama pengguna DANA maupun ke rekening bank, hingga melakukan pembayaran rutin bulanan seperti membayar biaya berlangganan TV kabel, asuransi dan BPJS.
 
"Transaksi pembelanjaan yang dilakukan oleh pengguna DANA tidak dilakukan di merchant-merchant besar saja, namun juga merata hingga ke pelaku usaha UMKM. Transaksi paling banyak untuk UMKM antara lain adalah transaksi pembelian makanan dan minuman di restoran, pembelian sembako di warung-warung atau pun mini market sekitar rumah, tempat layanan telekomunikasi, serta toko-toko baju dan aksesori," pungkasnya.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif