Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Volume Transaksi Meningkat, Kepercayaan Masyarakat akan Digital Semakin Tinggi

Ekonomi teknologi startup e-commerce Ekonomi Digital Marketplace
Fetry Wuryasti • 28 April 2022 14:57
Jakarta: Kepercayaan berbelanja kebutuhan melalui marketplace yang menawarkan kepraktisan menjadi semakin tinggi. Hal ini tercermin dari total transaksi e-commerce yang meningkat sebesar 77 persen menjadi Rp401 triliun pada 2021.
 
Pada kuartal I-2022, transaksi e-commerce juga tumbuh sebesar 19,83 persen (yoy). Demikian juga volume transaksi naik sebesar 38,43 persen (yoy). Pergeseran tren berbelanja menuju digitalisasi yang semakin marak memberikan peluang dalam meningkatkan tren new economy digital.
 
"Bahkan, lebih memudahkan waktu, tenaga bahkan dari sisi biaya kerap terpangkas sebab banyaknya potongan harga yang diberikan semakin menarik perhatian," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Kamis, 28 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun total transaksi e-commerce diproyeksikan menjadi Rp530 triliun pada 2022. Internet user yang terus meningkat turut memegang andil atas tren transaksi digital tersebut. Hingga saat ini, terdapat 32 juta user e-commerce terjaring di Indonesia. Bahkan pertumbuhan penggunanya yang mana sebesar 88 persen lebih tinggi dari pertumbuhan transaksi e-commerce.
 
"Artinya, ada keseimbangan antara pengguna dan transaksi, bahkan masih banyak ruang untuk lebih berkembang. Sehingga, hal tersebut juga berpotensi menciptakan peluang baru untuk pertumbuhan startup di Indonesia. Demikian pula, peluang ekspansi melalui pendanaan di pasar modal juga terus terbuka," kata Nico.
 
Hal ini akan meramaikan sektor teknologi di pasar saham Tanah Air. Saham teknologi yang tercermin melalui IDX Technology mencetak kenaikan tertinggi secara bulanan mampu mencetak return sebesar 8,10 persen.
 
Kinerja ini tak lepas dari peran GoTo yang listing di IDX pada awal April lalu, yang seolah turut membangunkan sektor ini yang pergerakannya akan lebih berat di tengah tren pemulihan ekonomi. Peers-nya seperti PT Bukalapak.com Tbk BUKA yang masuk dalam jajaran indeks LQ45 pun ikut terciprat katalis positif IPO-nya saham GoTo.
 
Meskipun secara bulanan sudah mampu bergerak positif, namun tinggal seberapa kuat saham-saham e-commerce tersebut dapat mencetak performa yang baik.
 
Total Processing Value (TPV) pada BUKA misalnya yang pada 2021 mengalami kenaikan sebesar 44 persen menjadi Rp122,6 triliun yang didukung oleh kenaikan volume transaksi sebesar 26 persen dan pertumbuhan mitra BUKA sebesar 90 persen.
 
"Kami melihat tren e-commerce akan semakin menggeliat dan mampu mengubah pola hidup masyarakat lebih mudah dan praktis. Terlebih Pekan terakhir jelang Lebaran, transaksi e-commerce diperkirakan semakin tinggi, dan akan memberikan dampak yang positif terhadap perekonomian, sehingga menciptakan daya beli yang berkelanjutan meski harga-harga sedang naik. Kami melihat teknologi digital mampu menjadi jembatan untuk mendorong perekonomian," kata Nico.
 
Oleh karena itu, besar harapan akan pembangunan infrastruktur juga turun ditingkatkan untuk memberikan akses yang lebih luas lagi kepada daerah-daerah yang belum mendapatkan akses internet. Pemerataan infrastruktur teknologi, akan membantu perkembangan lebih cepat dan akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih hebat.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif