CEO Indonesia Digital Asset Exchange (Indodax) Oscar Darmawan  - - Foto: dok Indodax
CEO Indonesia Digital Asset Exchange (Indodax) Oscar Darmawan - - Foto: dok Indodax

BlockBali 2020 Bahas Peluang dan Tantangan DeFi di Indonesia

Ekonomi Industri Keuangan cryptocurrency Blockchain
Husen Miftahudin • 27 November 2020 20:35
Jakarta: Indonesia tengah dilirik oleh banyak proyek berbasis blockchain lantaran potensi pengembangan yang begitu besar. Hal ini memunculkan banyak peluang yang bisa dimanfaatkan bersamaan dengan makin banyaknya peminat blockchain di Indonesia.

Untuk meningkatkan pemahaman pemanfaatannya, Blackarrow Conferences bekerja sama dengan Indonesia Digital Asset Exchange (Indodax), Novum Alpha, Cryptohero, dan SuperCryptoNews mengadakan konferensi blockchain, BlockBali Summit. Event yang digelar pada 1 Desember 2020 ini mengambil Decentralize Finance (DeFi) sebagai tema utama.
 
Chief Executive Officer (CEO) Indodax Oscar Darmawan mengatakan sistem DeFi mencoba 'memindahkan' berbagai layanan finansial tradisional seperti peminjaman (lend, borrow, loan), trade, saving, transfer, asuransi, remitansi, dan sebagainya untuk dijalankan di atas sistem jaringan blockchain yang terdesentralisasi sebagai salah satu solusi DLT atau Distributed Ledger Technology.
 
Pada akhirnya, layanan-layanan finansial tersebut terdesentralisasi dengan menghilangkan perantara dan menggantikannya dengan dua komponen utama. yakni smart contract dan token. Dengan begitu, DeFi akan menjadi sistem keuangan masa depan yang lebih efisien dan bisa digunakan oleh siapa saja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"DeFi adalah eksplorasi konsep project blockchain terbaru yang merambah industri keuangan. Saya percaya, ke depannya akan melengkapi sistem keuangan yang ada sekarang dan membuat proses finansial lebih efisien dan transparan," ujar Oscar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 27 November 2020.
 
Oscar mengakui bahwa Asia merupakan pasar potensial bagi pengembangan DeFi lantaran punya jumlah penduduk yang besar. Bagi Asia Tenggara, pengembangan DeFi lebih potensial lagi karena memiliki banyak kepulauan. Pengembangan DeFi di Asia Tenggara bisa dimanfaatkan untuk menjangkau seluruh daerah secara merata.
 
"Ini adalah alasan kenapa industri keuangan terus membutuhkan inovasi untuk membuat prosesnya lebih efisien dan saya percaya blockchain bisa membantu inovasi ini," jelas Oscar.
 
Di BlockBali Summit, peluang dan tantangan DeFi akan dibahas oleh 30 pakar blockchain global. Selain Oscar Darmawan, ada juga Patrick Tan dari Novum Alpha, Jorge Sebastiao dari DeFiX, Peteris Zilgalvis dari Komisi Eropa, Jocelyn Chao dari MakerDAO, Vladimir Nikitin dari Polkadot, Clayton Roche dari UMA, Marloes Pomp dari Koalisi Blockchain Belanda, hingga Masumi Hamahira dari Asosiasi Bitcoin.
 
"Konferensi ini juga menawarkan kesempatan bagi pelaku industri blockchain yang hadir untuk memperluas networking dan berdiskusi mengenai strategi mendalam bersama para pakar blockchain," tutup Oscar.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif