Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Harga Murah Jadi Alasan Pengguna Belanja Daring Setia

Ekonomi belanja online tokopedia bukalapak geliat e-commerce e-commerce shopee
Ilham wibowo • 21 Agustus 2020 11:53
Jakarta: Berbelanja kebutuhan sehari-hari secara daring atau online di platform e-commerce jadi kebiasaan yang tak terpisahkan kalangan masyarakat di perkotaan. Bahkan, kesetiaan membeli produk secara virtual itu sudah terjadi sebelum pandemi covid-19 muncul.
 
Pengguna platform e-commerce, Melia Cholilah, menyebut tujuan utama yang diincar dari belanja di toko daring yakni selisih harga termurah dengan kualitas produk terbaik. Pengecekan harga di berbagai lapak penjual barang yang sama pun bisa dilakukan hanya dengan mengetukkan jari di smartphone.
 
"Saya ini seorang ibu pekerja yang tidak punya banyak waktu untuk mencari-cari kebutuhan murah di supermarket," ungkap Melia kepada Medcom.id, Jumat, 21 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perempuan yang akrab disapa Imel ini mengaku belanja di toko daring jadi aktivitas paling penting dalam mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Banyaknya informasi dan tips berbelanja secara aman meyakinkan dirinya bisa terus yakin agar tidak tertipu bertransaksi secara daring.
 
Karyawan swasta satu anak ini telah mengandalkan belanja daring sejak 2017 lantaran fungsinya yang membuat ia nyaman dan prosesnya yang sangat efisien. Beberapa paltform telah ia coba gunakan mulai dari Blibli, Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak.
 
Baca: 5 Tips Belanja Online secara Aman
 
Di platform Shopee, Imel bahkan telah meraih level member platinum. Predikat pembeli loyal tersebut menunjukkan aktivitas transaksi atau belanja yang telah dilakukan di atas 75 kali dalam kurun waktu enam bulan.
 
"Reward di level member platinum saya rasakan bertambah banyak, bonus gratis ongkos kirim (ongkir) bisa dapat terus tiga kali sehari, terus harga eksklusif dan cashback koin," ungkapnya.
 
Imel melanjutkan dirinya bukan enggan kembali berbelanja di toko ritel konvensional seperti Superindo, Indomaret, dan Alfamart. Selisih harga yang jauh lebih murah di platform toko daring jadi pertimbangan yang bisa menghemat lebih besar pengeluaran bulanan.
 
Satu contoh misalnya di pembelian produk susu formula. Imel menyebut harga satu kaleng ukuran 400 gram di toko ritel Rp142 ribu, sementara di toko daring Rp120 ribu. Artinya ada selisih Rp22 ribu lebih murah per kaleng.
 
Menurut Imel, selisih harga Rp22 ribu tersebut sangat besar meskipun jarak pergi ke toko ritel hanya beberapa puluh meter dari rumahnya. Saat dikalikan untuk pembelian empat kaleng sekaligus, selisih harganya menjadi Rp88 ribu.
 
"Sudah enam bulan terakhir rata-rata anak saya selalu habiskan susu enam kaleng per bulan, selisih beli di toko online jauh lebih murah," tuturnya.
 
Fasilitas gratis ongkir pun membuat Imel yang berada di Bekasi mantap membeli produk secara daring meski dikirim oleh penjual dari Palembang, Sumatra Selatan. Sebagai member platinum, ia juga bisa mendapat diskon khusus dan bonus koin setiap kali berbelanja susu yang bisa digunakan untuk belanja di platform tersebut senilai Rp20 ribu.
 
"Jauh sekali selisih harganya kalau beli banyak. Dari beli susu saja saya bisa hemat Rp100 ribu, belum lagi belanja kebutuhan popok, sabun dan kebutuhan bulanan lainnya," ucap Imel.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif