Ilustrasi./Thinkstock.
Ilustrasi./Thinkstock.

Desa Dinilai Butuh Peningkatan Infrastruktur Digital

Ekonomi pembangunan desa Ekonomi Digital
Achmad Zulfikar Fazli • 15 Agustus 2020 21:12
Jakarta: Pemerintah perlu meningkatkan infrastruktur digital di desa. Pasalnya, kesenjangan digital atau digital gap masih terjadi di Indonesia. Terutama di luar Pulau Jawa maupun pelosok desa.
 
"Infrastruktur digital di desa harus terus ditingkatkan. Apalagi semua kegiatan, mulai dari bekerja hingga sekolah sudah melalui internet," kata Founder Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko dalam diskusi Bridging Digital Gap pada MilenialFest 2020, Sabtu, 15 Agustus 2020.
 
Budiman mengatakan perhatian ekstra terhadap infrastruktur digital di desa sangat penting. Karena desa memiliki peranan penting dalam menyelamatkan ekonomi bangsa ketika krisis akibat pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, pemerintah daerah tak bisa mengandalkan dana dari pusat atau perusahaan telekomunikasi untuk membangun infrastruktur digital. Masyarakat desa harus berpikir dan berusaha secara swadaya.
 
"Salah satunya bisa dari badan usaha milik desa (bumdes). BUMDes bisa jadi penyedia jasa ISP (internet service provider) sendiri. Mereka bisa kerja sama dengan perusahaan penyedia jaringan internet swasta dan bagi hasil," jelas dia.
 
Budiman mencontohkan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) di Sumatra Barat yang berhasil menjadi service provider mandiri. Melalui program internet mandiri nagari, kini nagari itu tidak lagi terisolasi dari kemajuan informasi lantaran belum sinyal seluler. Justru nagari itu kini bisa berjualan sinyal dan paket data internet.
 
"Hasilnya lumayan, Rp16 juta sebulan dari sekitar 200 pelanggan, yang dikelola oleh BUMNag itu," kata Budiman.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif