Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Waspada Penipuan Penjualan Online Alat Kesehatan

Ekonomi ekonomi digital
Ade Hapsari Lestarini • 27 Maret 2020 20:52
Jakarta: Kebijakan bekerja dari rumah alias work from home (WFH) untuk menghentikan penyebaran virus korona atau covid-19 membuat transaksi online meningkat, apalagi melalui perbankan dan toko belanja daring. Masyarakat pun diminta lebih waspada dalam berbelanja secara daring alias online.
 
Ada baiknya jika masyarakat mencermati setiap prosedur saat berbelanja online, agar tidak dirugikan sehingga bisa menghindari penipuan transaksi online. Apalagi di tengah wabah covid-19, ketika masyarakat sedang membutuhkan alat kesehatan untuk melindungi diri dan keluarga, sehingga muncul pihak yang tidak bertanggung jawab melakukan penipuan memanfaatkan kepanikan.
 
Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan untuk mengurangi penipuan di perdagangan online memang tidak mudah. Pun untuk menghilangkannya. Oleh karena itu, ia mendorong agar marketlpace lebih gencar meningkatkan sosialisasi dan edukasi tentang bagaimana belanja online secara aman.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Salah satunya hanya belanja online di marketplace yang sudah teruji dan kredibel serta mempergunakan sistem yang mereka punya," ujar Piter, di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020.
 
Piter mengimbau kepada konsumen agar tidak mau dipancing bertransaksi atau menyerahkan data-data di luar sistem, meskipun bertemu penjual di marketplace.
 
Selain sosialisasi edukasi, tak kalah penting, pemerintah juga menata regulasi tentang perizinan dan pengawasan terhadap mereka yang melakukan penjualan secara online. Mereka yang akan menjual sesuatu secara online hendaknya terdaftar dan diawasi.
 
Langkah selanjutnya meningkatkan peran lembaga perlindungan konsumen untuk menampung pengaduan korban penipuan perdagangan online. Marketplace juga harus bertanggung jawab apabila terjadi penipuan oleh salah satu lapak atau penjual yan ada di marketplace yang dikelola.
 
"Semua praktek tak wajar termasuk menjual diharga di atas harga pasar memanfaatkan situasi seperti wabah korona seharusnya menjadi bagian yang diawasi dan dicegah oleh pengelola marketplace di bawah pengawasan pemerintah," tegas Piter.
 
Tokopedia sebelumnya menutup permanen ribuan merchant yang menjual berbagai alat kesehatan dengan harga tak wajar, dengan membuat harga, judul, dan deskripsi, yang mengeksploitasi wabah virus korona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit covid-19.
 
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan juga mengatakn, dalam mengantisipasi kasus-kasus penipuan di marketplace, Kemenkominfo sudah melakukan pertemuan dengan marketplace agar menindak merchant yang berbuat nakal.
 
Selain itu tindakan marketplace seperti Bukalapak menutup akun penjual yang menawarkan harga alat kesehatan tidak normal, juga dinilai positif. Karena hal itu juga dilakukan oleh marketplace di luar negeri seperti Amazon dan lain-lain.
 
"Tindakan penutupan itu positif dan itu bukan hanya di Indonesia, di Amerika juga dilakukan, dilakukan Amazon memblok penjual. Tidak elok di saat sulit justru bertindak seperti itu," ujar Semuel.
 
Ia berharap, masyrakat juga lebih hati-hati. Jika memungkinkan, lakukan perbandingan harga, dan juga mencari produk seperti masker di apotik-apotik, atau aplikasi yang spesifik untuk kesehatan.
 
"Masyarakat jangan mudah klik link website yang mencurigakan, seringkali link misal menambahkan satu dua huruf satu dua kata, seperti aslinya, padahal url website tidak benar, Kominfo kami fokus mengedukasi dan mengawasi agar tidak terjadi kasus-kasus seperti itu," ujar Semuel.
 
VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak mengklaim sudah menutup ribuan toko yang mengeksploitasi dampak covid-19, terutama ketegori kesehatan. Tokopedia juga membuka pengaduan atau laporan dari masyarakat yang nantinya secara berkala akan ditinjau atau review.
 
Sementara CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin mengatakan Bukalapak terus melakukan pengawasan dan penindakan atas toko online atau pelapak yang menjual barang dengan harga tidak wajar. Hingga Senin, 23 Maret 2020, dia mengaku telah menindak tegas pelapak yang melakukan praktik penjualan masker dan hand sanitizer di luar harga batas wajar.
 
"Kami sudah menindak tegas pelapak kami yang mengambil keuntungan yang tidak wajar dalam kondisi ini. Kami akan terus memantau, memonitor situasi ini, dan melanjutkan tindakan yang tegas tersebut jika diperlukan," ucap Rachmat.
 
Rachmat juga mengimbau agar konsumen terus meningkatkan kewaspadaan, termasuk melaporkan jika mengalami penipuan kepada marketplace dan pihak yang berwenang untuk dapat ditindaklanjuti.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif