Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Cadangan Devisa Diharapkan Perkuat Laju IHSG

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 08 Januari 2019 08:46
Jakarta: Kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka langsung menguat dan sempat menyentuh level 6.354 atau naik 1,3 persen di awal-awal perdagangan sesi pertama. Penyebabnya adalah kenaikan signifkan bursa saham Amerika Serikat (AS) di akhir minggu kemarin, yang diikuti oleh menguatnya bursa regional.
 
Namun kemudian, kehilangan momentum dan melemah di sore hari dan ditutup hanya menguat 0,2 persen ke 6.287. Di sisi lain, rupiah menguat ke level Rp 14.080 per USD mengikuti penguatan mata uang dunia terhadap USD. Semalam bursa di AS ditutup menguat, dengan Dow naik 0,4 persen, S&P naik 0,7 persen, dan Nasdaq naik 1,3 persen.
 
Di Beijing, Samuel Research Team mengungkapkan, perwakilan dari Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok memulai negosiasi dagang Senin kemarin dan pasar melihat adanya titik terang tercapainya kesepakatan dalam periode gencatan senjata 90 hari yang akan berakhir di 1 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain itu, Trump kemungkinan juga akan bertemu dengan Wakil Presiden Tiongkok Wang Qishan di World Economic Forum di Davos, Swiss antara 22-25 Januari 2019," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019.
 
Pagi ini, Bank Indonesia (BI) merilis data cadangan devisa Indonesia yang naik sekitar USD3,5 miliar ke USD120,7 miliar. Pasar juga menantikan rilisnya minute meeting dari pertemuan the Fed di 18-19 Desember 2018 pada Rabu besok. Setelah itu, Powell dijadwalkan akan berbicara di Economic Club di Washington DC pada Kamis lusa.
 
"Kami memperkirakan hari ini IHSG berpotensi menguat didukung oleh berita kenaikan cadangan devisa dan penguatan rupiah," pungkas Samuel Research Team.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif