Koreksi Pasar Saham AS Ikut Seret USD
Ilustrasi (MI/SUSANTO)
Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan bergerak melemah ke level 95,5-95,8 karena didorong kekhawatiran investor terhadap koreksi yang terjadi di pasar saham Amerika Serikat. Kenaikan suku bunga acuan dan perang dagang mulai dilihat investor berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi AS.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan kondisi tersebut mendorong investor memilih yen sebagai safe haven dibandingkan dengan USD di tengah koreksi pasar saham AS tersebut. Rupiah diperkirakan menguat akibat pelemahan indeks USD, walaupun Bank Indonesia (BI) menahan tingkat suku bunga acuan pada rapat RDG BI kemarin.

"Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp15.150 sampai dengan Rp15.190 per USD," sebut Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 125,98 poin atau 0,5 persen menjadi ditutup di 25.191,43 poin, S&P 500 kehilangan 15,19 poin atau 0,55 persen menjadi berakhir di 2.740,69 poin, dan Komposit Nasdaq ditutup turun 31,09 poin atau 0,42 persen menjadi 7.437,54 poin.

Saham Caterpillar jatuh 7,6 persen setelah produsen alat berat itu mempertahankan prediksi labanya untuk 2018, menyusul kenaikan proyeksinya dalam dua kuartal sebelumnya. Saham 3M Co tergelincir 4,4 persen setelah memangkas prospek laba setahun penuh karena tantangan-tantangan terkait mata uang asing.

Itu menghidupkan kembali kekhawatiran atas dampak meningkatnya biaya pinjaman, upah dan tarif atas laba perusahaan dan menyebabkan saham industrial S&P turun 1,6 persen. Seiring dengan kekhawatiran atas pertumbuhan laba, kekhawatiran atas pemilu sela atau paruh waktu AS dan anggaran Italia juga telah membuat para investor berebut keluar dari pasar saham.
 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id