Lima Penghambat IHSG Menuju Area Positif
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Indeks acuan Amerika Serikat (AS) semalam ditutup turun di tengah pelemahan saham teknologi dan kekhawatiran seputar kinerja emiten. Sedangkan pasar Eropa kemarin ditutup bervariasi didorong oleh sentimen yang sama termasuk meningkatnya tensi perang dagang antara Amerika Serikat dengan mitra dagang utama lainnya.

Dari update data makroekonomi, Samuel Research Team mengungkapkan, pasar tengah menantikan data penjualan rumah, terutama pertumbuhan makro dan konsumsi pribadi. Sementara dari dalam negeri, investor akan mendapatkan rilis data terkini mengenai tingkat inflasi.

Sementara itu, Samuel Research Team menambahkan, dari pasar APAC pagi ini yang telah beroperasi perdagangannya bergerak melemah merefleksikan penurunan indeks AS. Dari pasar komoditas dunia harga minyak turun dan emas naik. Nilai tukar rupiah kembali melemah ke level Rp15.213 per USD dari Rp15.197 per USD, sedangkan pasar EIDO tercatat turun.

"Hari ini kami memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan ditutup melemah," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018.

Samuel Research Team mengungkapkan kondisi tersebut akan terjadi pertama di tengah minimnya katalis. Kedua, laporan keuangan beberapa emiten bank yang masih belum mampu mencatat kinerja di atas ekspektasi konsensus. Ketiga, pelemahan indeks Dow Jones. Keempat, penurunan indeks acuan APAC pagi ini. Kelima, kembali melemahnya nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 608,01 poin atau 2,41 persen menjadi 24.583,42. Sedangkan S&P 500 melemah sebanyak 84,59 poin atau 3,09 persen menjadi 2.656,10. Indeks Nasdaq Composite turun 329,14 poin atau 4,43 persen menjadi 7.108,40.

Baik Dow Jones dan S&P 500 telah menghapus keuntungan mereka tahun ini, sementara Nasdaq berada di wilayah koreksi. AT&T melaporkan laba yang disesuaikan per saham sebesar 90 sen dan ekspektasi pasar hilang. Saham perusahaan jatuh lebih dari delapan persen pada penutupan.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id