IHSG Diproyeksikan Positif
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan terakhirnya dan antara lain ditopang oleh saham-saham teknologi dan retail. Tidak hanya itu, data pekerjaan yang keluar Jumat lalu terlihat masih memberikan dorongan positif pada bursa saham AS.

Di sisi lain, Samuel Research Team mengungkapkan, kelanjutan masalah tarif impor AS dan potensi perang dagang masih menjadi perhatian investor. Pertemuan para pemimpin negara G7 minggu ini di Kanada tengah dinantikan pelaku pasar. Ada harapan perang dagang tidak terjadi demi kepentingan bersama.

Samuel Research Team menambahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,5 persen kemarin dengan dana asing mencatatkan net sell Rp215 miliar di pasar reguler. Hari ini IHSG berpeluang menguat seiring penguatan bursa global.

"Tren penguatan rupiah terjadi akhir-akhir ini menyusul kenaikan suku bunga acuan menjadi hal positif," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 5 Juni 2018.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik 178,48 poin atau 0,72 persen menjadi ditutup di 24.813,69 poin. Indeks S&P 500 meningkat 12,25 poin atau 0,45 persen menjadi berakhir di 2.746,87 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 52,13 poin atau 0,69 persen menjadi di 7.606,46 poin.

Beberapa pengecer termasuk di antara para pemain terbaik di Wall Street. Saham Target melonjak 4,88 persen, sementara saham Kohl`s Corporation dan Macy`s Inc masing-masing menguat 4,67 persen dan 4,33 persen pada penutupan pasar.

Indeks Komposit Nasdaq membukukan rekor penutupan tertinggi pada Senin 4 Juni, dipimpin oleh saham Apple dan Amazon. Saham Apple dan Amazon, masing-masing naik 0,84 persen dan 1,45 persen.

 



(ABD)