Analis Perkirakan Rupiah Cenderung Tertekan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan cenderung melemah yang diakibatkan oleh minimnya sentimen positif yang ada di dalam negeri. Kondisi itu diperkuat dengan bertahannya pergerakan USD di jalur hijau.

"Adanya keadaan itu semakin menutup peluang nilai tukar rupiah untuk berbalik positif," ucap Analis Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

T‎idak hanya itu, lanjut Reza, antisipasi rilis suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) diprediksi turut menahan gerak nilai tukar rupiah. Suku bunga acuan diperkirakan masih tidak berubah. Apabila berubah maka hanya naik sebanyak 25 bps untuk menjaga kondisi kebijakan moneter dan perbankan nasional.

Untuk itu, dia mengaku, tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat nilai tukar rupiah kembali melemah. Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran support Rp14.092 per USD, sedangkan posisi resisten akan bergerak di Rp14.080 per USD.

‎Reza menambahkan terjadinya kisruh politik di Italia memberikan imbas negatif pada pergerakan EUR, sehingga USD mampu memanfaatkan pelemahan tersebut untuk kembali terapresiasi. Bahkan, meningkatnya kembali USD yang dibarengi dengan naiknya imbal hasil obligasi AS berimbas negatif pada rupiah.

Lebih lanjut, ia mengatakan, adanya pernyataan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa reformasi fiskal perlu dilakukan terus-menerus karena APBN yang sehat merupakan salah satu alat untuk menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan sepertinya tidak banyak digubris pelaku pasar.

"Pada akhirnya rupiah tidak terangkat di sepanjang hari kemarin," ujar dia.

Di sisi lain, dia menambahkan, perbaikan yang terjadi pada ekonomi AS memberikan ruang yang cukup bagi terapresiasinya USD. "Bahkan kenaikan 8,7 persen jumlah utang luar negeri yang tercatat di BI direspons negatif pelaku pasar. Hal itu berdampak negatif pula ke rupiah," pungkas dia.



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360