Sriwahana Adityakarta dan Steadfast Marine Melantai di BEI
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta: PT Sriwahana Adityakarta dan PT Steadfast Marine merealisasikan pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) ‎di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi ini. Sriwahana Adityakarta melepas sebanyak 664,2 juta saham di harga Rp160 per saham dan Steadfast Marine melepas sebanyak 350 juta saham di harga Rp115 per saham.

Aksi korporasi kedua perusahaan tersebut direalisasikan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018, bertepatan dengan pembukaan perdagangan saham di pasar modal Indonesia. Lewat aksi itu, Sriwahana Adityakarta mendapat kode saham SWAT dan Steadfast Marine mendapat kode saham KPAL.

Sriwahana Adityakarta diperkirakan meraup dana segar lebih dari Rp106,27 miliar dari proses hajatan IPO tersebut. Perusahaan sudah menunjuk PT NH Korindo Sekuritas‎ selaku penjamin pelaksana emisi efek. Catatan Medcom.id, dana segar dari hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja, terutama membeli bahan baku.

Pada 2017, Sriwahana Adityakarta mencatatkan pendapatan sebesar Rp31 miliar. Sriwahana Adityakarta berharap setelah IPO tersebut margin laba kotor akan melonjak 25 persen di 2018.

Sedangkan Steadfast Marine memperkirakan meraup dana segar lebih dari Rp40,25 miliar dari proses hajatan IPO tersebut. Perusahaan sudah menunjuk PT Jasa Utama Capital Sekuritas‎ selaku penjamin pelaksana emisi efek.

Nantinya dana segar dari hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk belanja modal. Hal itu lantaran Steadfast Marine membutuhkan modal yang besar apalagi masih banyak tantangan yang harus dijalankan kedepannya.

‎Sejak didirikan pada 2005, Steadfast Marine telah membangun 88 kapal dari beragam jenis, mulai dari kapal keruk, kapal cepat, kapal latih hingga kapal penumpang. Steadfast Marine juga bisa membuat kapal dengan klasifikasi dalam negeri, yakni Biro Klasifikasi Indonesia maupun klasifikasi asing.

Steadfast Marine telah mendapat kontrak pembuatan 13 kapal dari Kementerian Perhubungan terdiri atas enam kapal latih dan tujuh kapal perintis tol laut. Kemudian, Steadfast Marine akan menggarap pesanan kapal dari TNI sebanyak tiga unit. St‎eadfast Marine juga sedang menjajaki kerja sama pembuatan kapal pesiar yang merupakan pasanan dari Australia.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id