Rupiah Diprediksi Masih Tertekan
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Jakarta: Pergerakan rupiah di akhir pekan kemarin belum menunjukkan adanya perbaikan dengan masih melanjutkan pelemahannya. Mata uang Garuda diprediksi masih akan tertekan pada perdagangan hari ini.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan sejumlah sentimen positif mewarnai pergerakan rupiah, namun tidak banyak direspons karena pelaku pasar lebih memilih memegang dolar Amerika Serikat (USD) seiring masih adanya sentimen perang dagang Amerika Serikay-Tiongkok.

"Padahal laju USD sedikit melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia dengan adanya perkiraan pertumbuhan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang cenderung melambat. Akibatnya USD terlihat menguat terhadap rupiah," kata Reza dalam riset hariannya, Senin, 6 Agustus 2018.

Sejumlah sentimen positif dari dalam negeri tersebut seperti pernyataan Bank Indonesia (BI) di mana akan tetap mengambil langkah-langkah preemptive, front-loaded, dan ahead of the curve untuk menjaga kestabilan rupiah, lalu optimisme BI yang terlihat optimistis aliran dana asing akan terus mengalir ke pasar dalam negeri seiring dengan arah kenaikan Fed Fund Rate yang sesuai ekspektasi pasar, hingga imbauan pemerintah kepada para pengusaha untuk membawa devisa hasil ekspor ke dalam negeri.

"Diperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.492 per USD sampai Rp14.480 per USD," ucap dia.

Pergerakan rupiah secara fundamental memberikan ruang untuk dapat berbalik menguat dengan masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri.

"Akan tetapi, masih meningkatnya permintaan USD untuk safe haven membuat peluang tersebut sedikit redup sehingga rupiah rentan dengan potensi kembali melemah," tutup dia.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id