Rupiah Anjlok, IHSG Naik 45,54 Poin
Illustrasi. Dok;AFP.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG mengalami technical rebound pada penutupan perdagangan hari ini.

IHSG, Kamis, 25 Oktober 2018 tercatat mengalami kenaikan sebesar 45,54 poin dengan berada pada 5.754. JII naik 7,28 poin. LQ45 naik 10,93 poin. Volume perdagangan mencapai 5,2 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp5,3 triliun.

Hampir semua sektor saham naik. Kenaikan tertinggi oleh konsumer dan manufaktur. Sementara sektor saham yang melemah adalah perdagangan. Sebanyak 176 saham naik dan 224 saham turun. Kemudian 139 saham tak bergerak.

Samuel Research Team menambahkan, dari pasar APAC pagi ini yang telah beroperasi perdagangannya bergerak melemah merefleksikan penurunan indeks AS. Dari pasar komoditas dunia harga minyak turun dan emas naik.

"Hari ini kami memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan ditutup melemah," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018.

Samuel Research Team mengungkapkan kondisi tersebut akan terjadi pertama di tengah minimnya katalis. Kedua, laporan keuangan beberapa emiten bank yang masih belum mampu mencatat kinerja di atas ekspektasi konsensus. Ketiga, pelemahan indeks Dow Jones. Keempat, penurunan indeks acuan APAC pagi ini. Kelima, kembali melemahnya nilai tukar rupiah.

Perkasanya IHSG berbanding terbalik dengan melemahnya rupiah. Mata uang rupiah melemah pada penutupan perdagangan hari ini. Rupiah dikutip dari Yahoo Finance melemah 10 poin dengan berada pada Rp15.185 per USD. Kemudian Bloomberg mencatat maya uang rupiah menguat 9 poin dengan berada pada Rp15.187 per USD. Bank Indonesia mencatat mata uang rupiah melemah dengan berada pada Rp15.210 per USD.

Melemahnya rupiah karena dollar indeks diperkirakan bergerak menguat ke level 96.1-65.3 terhadap sejumlah mata uang kuat utama dunia lainya. Pelemahan dolar didorong oleh melemahnya data ekonomi Uni Eropa. Tercatat Purchasing Manager Index (PMI) Eropa mengalami penurunan menjadi 52.7 di Oktober dari September sebesar 54,1.

"Penguatan indeks dollar tersebut kemungkinan akan mendorong pelemahan rupiah hari ini. Rupiah kemungkinan akan melemah ke level Rp15.150 per USD hingga Rp15.200 per USD," kata Samuel.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id