Imbal Hasil Surat Utang Negara Mulai Menanjak
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)
Jakarta: Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) seri acuan 10 tahun diperkirakan bergerak turun didorong oleh penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan turunnya imbal hasil surat utang Pemerintah Amerika Serikat (AS). Adapun USD diramal anjlok lantaran euro dan poundsterling mulai menunjukkan taringnya.

"Imbal hasil SUN 10 tahun kemungkinan bergerak di rentang 8,65-8,77 persen," ungkap Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin, 22 Oktober 2018.

Di sisi lain, indeks saham Eropa melemah tipis di akhir perdagangan Jumat 19 Oktober setelah komisioner ekonomi Uni Eropa (UE) mengatakan belum ada keputusan terkait rancangan anggaran Italia yang kontroversial. Para investor memantau beberapa isu politik di kawasan itu Jumat pagi.

Pemerintah Italia mempertahankan prioritas anggaran 2019 setelah Komisi Eropa mengirimkan surat kepada Menteri Ekonomi Giovanni Tria. Uni Eropa berpendapat rencana-rencana keuangan Italia adalah pelanggaran berat terhadap ketentuan anggaran UE. Italia harus merespons dan menjawab surat tersebut pada Senin waktu setempat.

Dari dalam negeri, Samuel Research Team mengungkapkan, sempat menguat hingga 0,29 persen pada awal sesi II, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu menghadapi tekanan sehingga harus mengakhiri perdagangan akhir pekan dengan pelemahan 0,14 persen di level 5.837.

"Nilai transaksi tercatat Rp6,5 triliun atau lebih tinggi dibandingkan dengan hari sebelumnya senilai Rp5,3 triliun. Investor asing kembali membukukan jual bersih dengan nilai Rp255 miliar," ungkap Samuel Research Team.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id