Indeks Utama Saham Indonesia Berpeluang Merekah
Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) tutup seiring dengan libur Thanksgiving. Sebelumnya, dari data ekonomi, durable goods order turun 4,4 persen di Oktober dan melebihi perkiraan, sementara data jobless claims meningkat ke titik tertinggi dalam empat minggu terakhir.

"Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kami perkirakan melanjutkan penguatan, seiring penguatan rupiah ke Rp14.580 per USD. Pelemahan harga minyak kami yakini berdampak positif untuk ekonomi Indonesia," kata Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 23 November 2018.

Sedangkan harga minyak melemah ke USD63,2 per barel setelah EIA melaporkan data persediaan minyak mentah AS naik 4,9 juta barel ke 446,9 juta barel dan produksi minyak AS mencatat rekor 11,7 juta barel per hari. Selain itu, harga minyak tertekan oleh rendahnya permintaan dari pasar Asia dan Eropa mengikuti pelemahan pertumbuhan ekonomi global.

"OPEC berencana memangkas produksi, namun terdapat tanda-tanda penolakan usul tersebut oleh negara pengekspor minyak lain," ungkap Samuel Research Team.

Di sisi lain, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari, turun sebanyak 96 sen di perdagangan terakhir menjadi USD62,52 per barel pada pukul 18.40 GMT, mundur sedikit dari penurunan lebih dari USD1 pada awal perdagangan Eropa.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Januari turun lebih dari USD1, sebelum berkurang kembali menjadi menetap 78 sen lebih rendah pada posisi USD53,85 per barel. Perdagangan sangat tipis karena hari libur Thanksgiving pada Kamis 22 November di Amerika Serikat.

Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan minyak terbebas dari posisi terendahnya oleh USD yang lebih lemah, membuat minyak mentah berdenominasi USD lebih murah untuk pemegang mata uang lainnya. "Dukungan tambahan mungkin berasal dari ekspor Iran yang lebih rendah," kata dia.

Ekspor Iran telah turun beberapa ratus ribu barel per hari (bph) bulan ini, sebuah perusahaan pelacak tanker terkemuka mengatakan pada Kamis 22 November, menunjukkan sanksi-sanksi AS yang mulai berlaku bulan ini telah membuat takut banyak pembeli.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id