IHSG Berpotensi Terhempas ke Zona Merah
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Samuel Research Team mengungkapkan Wall Street ditutup menguat pada perdagangan terakhir seiring menguatnya saham–saham berbasis teknologi di mana saham Microsoft naik 1,7 persen dan Facebook sebesar 1,1 persen. Kenaikan juga dipacu oleh para pelaku pasar yang mencerna data ekonomi yang membaik, antara lain Indeks Optimisme Usaha Kecil AS.

"Yang naik menjadi 108,8 pada Agustus dibandingkan dengan Juli yang sebesar 107,9, serta melampaui rekor tertinggi sejak Juli 1983 menurut The National Federation of Independent Business," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 12 September 2018.

Kenaikan perdagangan saham tetap terjadi meski ketegangan perdagangan masih ada. Tiongkok mengatakan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) bahwa mereka ingin menjatuhkan sanksi terhadap Amerika Serikat karena ketidakpatuhannya terhadap putusan dalam sengketa atas bea dumping AS.

Bursa Asia pada pagi ini dibuka bervariasi, di mana Nikkei225 cenderung menguat sementara Hang Seng melemah. Adapun harga batu bara cenderung menguat sementara minyak melemah. Dari dalam negeri, Samuel Research Team menambahkan, perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin libur seiring dengan jatuhnya Libur Nasional Tahun Baru Islam.

Sementara itu, Samuel Research Team memprediksi, hari ini IHSG masih berpotensi melemah seiring dengan minimnya katalis positif dari luar dan dalam negeri, rupiah yang masih berpotensi melemah, serta bayangan seputar perang dagang AS dan Tiongkok.

"Di mana para pelaku pasar juga perlu mewaspadai arah kebijakan Presiden Donald Trump seputar implementasi tarif yang kemungkinan akan memberikan dampak pada perdagangan minggu ini," tutup Samuel Research Team.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id