IHSG Bergejolak, Calon Emiten Tunda IPO
Ilustrasi. (Foto: Antara/Akbar Nugroho).
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergerus beberapa waktu belakangan ini. ‎Indeks sempat tertekan 1,40 persen atau setara 81,47 poin ke posisi 5.756,19. Padahal pembukaan perdagangan tadi pagi tidak terlalu dalam hanya ke posisi 5.787.

Menurut Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat,‎ indeks yang sempat mengalami penyusutan, memberikan dampak negatif bagi pasar modal Indonesia. Karena, ada beberapa perusahaan yang menunda pencatatan saham (IPO) di bursa.

Dia menuturkan perusahaan yang ingin menunda IPO terdiri dari PT Harvest Time, PT Artajasa Pembayaran Elektronis, dan PT Wahana Vinyl Nusantara (Rucika). "Itu (tiga perusahaan) yang lain belum ada, iya (tunda IPO)," kata Samsul,‎ ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

Samsul mengungkapkan ketiga perusahaan mempunyai alasan berbeda-beda untuk menunda IPO, tapi salah satunya karena pasar saham yang sedang bergejolak.

Walaupun demikian, Samsul mengaku, kondisi pasar yang tengah bergejolak saat ini masih lebih baik, bila dibanding kondisi di 2014-2015. Pada 2014, ada sebanyak 10 perusahaan yang menunda IPO.

"Saya kira belum sejauh itu. Bayangan saya tidak ‎sejauh itu, karena kalau lihat kekuatan di market sekarang, penurunan diimbangi dengan masuknya investor yang masuk untuk ambil saham-saham yang turun," terang dia.

Adanya gejolak di pasar belakangan ini, dia berharap tidak memberikan dampak ke perusahaan lain untuk menunda IPO. Lantaran, proses IPO tidak terbilang mudah.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi, karena prosesnya panjang.‎ Proses persiapannya tidak tahun ini, mungkin satu sampai dua tahun lalu," tukas Samsul.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id