Direktur Utama BEI Inarno Djajadi - - Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi - - Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo

BEI Butuh Waktu 3 Tahun Capai 1.000 Emiten

Ekonomi bei pasar modal
Annisa ayu artanti • 03 Desember 2018 15:12
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan masih perlu waktu sekitar dua sampai tiga tahun untuk bisa mencapai target 1.000 emiten. Hal itu menjawab keinginan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang meminta 1.000 perusahaan tercatat dalam waktu dekat.
 
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan perusahaan tercatat saat ini baru berjumlah 615 perusahaan. Jumlah tersebut masih sangat jauh dari target Menkeu. Meskipundikebut hingga akhir tahun, BEI tetap membutuhkan waktu tambahan untuk merealisasikan target itu.
 
"Rasanya kalau seribu ya kita akan berusaha semaksimal mungkin. Sekarang kita sudah 53. Ada sepuluh di pipeline. Sekarang itu sudah 615. Mudah-mudahan dalam 2-3 tahun kedepan bisa mencapai 1.000,"ungkapnya saat ditemui di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan SCBD, Senayan, Jakarta, Senin 3 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Inarno menambahkan bursa sudah berupaya melakukan sosialisasi kepada emiten eksisting agar mencatatkan anak usahanya. Namun, kebanyakan dari mereka masih melihat situasi dan kondisi pasar.
 
"Kita selalu ada sosialisasi kepada calon emiten terutama terhadap yang eksisting. Sebenernya timing aja. Ya kalau kesiapan mereka, cukup siap. Cuman untuk timing. Memang dengan adanya eksternal faktor mereka masih menunggu timing," tutur Inarno.
 
Sebelumnya, Sri Mulyani berencana memberikan insentif kepada perusahaan yang mau melakukan ekspansi melalui ekuitas atau melakukan pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO).
 
Jika insentif tersebut terealisasi, ia menginginkan jumlah emiten di bursa mencapai 1.000 perusahaan. Saat ini jumlah emiten tercatat baru sekitar 615 perusahaan.
 
"600 itu sedikit perusahaan tercatat. Saya minta ada 1.000 perusahaan tercatat yang tidak terlalu lama," kata Sri Mulyani.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif