Rupiah Masih Terjebak di Zona Merah
Ilustrasi (MI/SUSANTO)
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi terlihat masih terjebak di zona merah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp15.187 per USD. Sentimen positif seperti membaiknya postur neraca perdagangan dan tetapnya suku bunga acuan belum signifikan mengangkat rupiah.

Mengutip Bloomberg, Jumat, 26 Oktober 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka melemah ke Rp15.193 per USD. Sedangkan day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp15.193 hingga Rp15.205 per USD dengan year to date return di 12,17 persen. Sementara itu, menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.983 per USD.

Di sisi lain,  indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 401,13 poin atau 1,63 persen, menjadi 24.984,55. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 49,47 poin atau 1,86 persen, menjadi 2.705,57. Indeks Nasdaq Composite naik 209,93 poin, atau 2,95 persen, menjadi 7.318,34.

Saham Microsoft melonjak 5,84 persen pada Kamis waktu setempat setelah perusahaan melaporkan hasil yang lebih baik dari perkiraan setelah bel penutupan. Penghasilan terdilusi per sahamnya mencapai USD1,14 dan pendapatannya mencapai USD29,08 miliar, keduanya melampaui ekspektasi analis.

Tesla melaporkan laba kuartal ketiga yang mengejutkan pasar. Tesla melaporkan USD6,82 miliar dalam pendapatan dan laba per saham USD2,9. Saham perusahaan melonjak 9,14 persen untuk diperdagangkan pada USD314,86.

Saham Twitter naik 15,47 persen setelah melaporkan laba dan pendapatan yang lebih tinggi dari perkiraan. Untuk kuartal ketiga, perusahaan mencatat laba per saham 21 sen dan pendapatan USD758 juta, jauh melebihi ekspektasi analis.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id