Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)
Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)

Gerak Rupiah Dibayangi Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Annisa ayu artanti • 11 Januari 2019 08:44
Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan menguat meski rentan terhadap tekanan dolar Amerika Serikat (USD). Sejumlah katalis positif diharapkan bisa terus berdatangan guna menangkal tekanan yang datang dari mata uang Paman Sam tersebut.
 
Senior Analyst CSA Research Intitute Reza Priyambada mengatakan penguatan rupiah dipicu oleh menurunnya tingkat keagresifan the Fed dalam menaikkan suku bunga acuan. Selain itu, penaikan tingkat bunga penjamin LPS sebesar 25 bps turut direspons baik.
 
Ia meyakini rupiah bergerak di kisaran Rp14.032 sampai Rp14.065 per USD. "Meski laju rupiah masih dapat bergerak positif, namun juga rawan berbalik melemah seiring mulai menguatnya laju USD," sebut Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Reza menambahkan hari ini USD akan mencoba menguat dengan dibantu rilisnya data perekonomian Amerika Serikat yang dianggap positif. Hal tersebut yang membuat rupiah berpotensi tertekan hari ini.
 
"Selain itu, belum berkurangnya posisi pelaku pasar terhadap mata uang USD juga membuat USD berpotensi menguat sehingga dapat menahan penguatan rupiah," kata Reza.
 
Seperti diketahui, pada penutupan perdagangan kemarin, rupiah menguat sebanyak 72,5 poin dengan berada pada Rp14.052 per USD. Yahoo Finance mencatat mata uang Garuda ini naik 67 poin dengan berada pada Rp14.050 per USD. Lalu Bank Indonesia melansir mata uang rupiah berada pada Rp14.093 per USD.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif