Pelemahan Bursa Saham Global Seret IHSG

Angga Bratadharma 21 November 2018 09:26 WIB
ihsg
Pelemahan Bursa Saham Global Seret IHSG
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)
Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah sejalan dengan tekanan saham energi yang turun bersama dengan pelemahan harga minyak dunia. Selain itu, juga dikarenakan saham peritel seperti Target dan Kohl menurun menyusul kinerja dan proyeksi keuangan yang berada di bawah estimasi.

"Dan saham Apple yang turun 4,8 persen ke level terendahnya sejak awal Mei, seiring dengan kekhawatiran terus menerus seputar melambatnya permintaan untuk iPhone. Saat ini investor tengah menyesuaikan untuk awal 2019 di mana ada kekhawatiran yang meningkat atas pertumbuhan ekonomi global," ungkap Samuel Research Team, di Jakarta, Rabu, 21 November 2018.

Sementara itu, tambah Samuel Research Teamm Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebanyak 0,12 persen dengan asing mencatat jual bersih sebesar Rp601,36 miliar. IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan hari ini seiring pelemahan bursa saham global dan EIDO.

"Masih ada kekhawatiran tentang konflik perdagangan Tiongkok dan Amerika Serikat serta negosiasi Brexit. Rupiah stabil di level Rp14.588 per USD," sebut Samuel Research Team.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 551,80 poin atau 2,21 persen menjadi berakhir di 24.465,64 poin. Indeks S&P 500 berkurang 48,84 poin atau 1,82 persen, menjadi ditutup di 2.641,89 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 119,65 poin atau 1,70 persen, menjadi berakhir di 6.908,82 poin.

Tiga faktor utama berkontribusi terhadap aksi jual pada perdagangan Selasa 20 November, yaitu berita mengecewakan tentang beberapa nama ritel besar, aksi jual di sektor teknologi yang berkelanjutan, dan adanya penurunan harga minyak dunia.

Perusahaan ritel Target anjlok 10,52 persen setelah melaporkan laba yang lebih lemah dari perkiraan untuk kuartal ketiga. Laba per saham disesuaikan perusahaan hanya mencapai USD1,09, lebih rendah dari yang diperkirakan USD1,12. Sementara pendapatannya mencapai USD17,82 miliar atau sedikit lebih tinggi dari ekspektasi para analis.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id