Ilustrasi -- Medcom.id/ Desi Angriani
Ilustrasi -- Medcom.id/ Desi Angriani

Sentimen Internal-Eksternal Tekan Pasar Keuangan RI

Ekonomi bursa efek bei pasar modal
Annisa ayu artanti • 03 Mei 2019 18:43
Jakarta: Gabungan dari sentimen internal dan eskternal menekan pasar keuangan Tanah Air. Hal tersebut menjadi penyebab Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah babak belur beberapa hari terakhir.
 
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter R Abdullah menjelaskan, dari sisi eksternal sentimen muncul karena pasar bingung untuk merespons arah perekonomian Amerika Serikat (AS).
 
Ekonomi AS sebelumnya sempat diperkirakan akan krisis dengan indikasi terjadinya inverted yield curve. Tapi ternyata pertumbuhan ekonomi AS selama kuartal I-2019 mencapai 3,2 persen atau melewati ekspektasi yang hanya dikisaran 2,5 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagaimana sebenarnya kondisi dan arah perekonomian amerika dan juga respons The Fed tidak sepenuhnya dapat dibaca oleh pasar," kata Piter kepada Medcom.id, Jumat, 3 Mei 2019.
 
Jika pertumbuhan ekonomi AS terus menunjukkan tren positif yang diikuti dengan inflasi terkendali maka The Fed kemungkinan kembali melakukan normalisasi suku bunga. Di sisi lain, investor pun menjadi galau dalam menentukan arah investasi akibat perang dagang.
 
"Jika perang dagang berlanjut. Ini saya kira memunculkan ketidakpastian di global," ucap dia.
 
Dari sisi internal, pemilihan presiden juga menjadi sentimen negatif bagi pasar. Pasalnya, pasa bingung dengan reaksi kedua pasangan calon presiden atas hasil perhitungan pemilu. "Mereka akhirnya harus menunggu sampai ada kepastian seperti apa ending pilpres ini. Selama periode menunggu, wait and see tersebut, pasar akan bergerak tipis dan cenderung melemah," ujar dia.
 
Sementara Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, pelemahan IHSG hari ini dikarenakan hasil dari FOMC dan pelemahan rupiah. IHSG diprediksi akan kembali rebound jika dapat bertahan di level 6.250.
 
"Penyebanya karena eksternal dari FOMC dan internal karena pelemahan rupiah," kata William
 
Pelemahan ini menurutnya bisa terjadi hingga jangka panjang jika sentimen eksternal tidak mereda. Adapun saham-saham yang masih bisa dicermati investor dalam kondisi saat ini adalah saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA).
 
"Ketiga ini berdasarkan pergerakan secara teknikal yang masih terus menguat," tukas William.
 
Sekadar informasi, berdasarkan data RTI mulai dari pembukaan perdagangan hari ini hingga pukul 15.00 laju IHSG bergerak negatif. Hingga kini IHSG berada di level 6.314,115 atau menurun 0,95 persen.
 
Sementara nilai tukar rupiah berdasarkan Bloomberg berada di posisi Rp14.275 per USD atau melemah 0,16 persen.
 

(Des)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif