Penguatan Rupiah tak Berlangsung Lama
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi)
Jakarta: Nilai tukar mata uang rupiah diprediksi akan menguat hari ini meski ada indikasi sentimen negatif dari terapresiasinya dolar Amerika Serikat (USD).

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan masih ada sejumlah sentimen positif yang bisa mendongkrak rupiah hari ini. Ia memprediksi pergerakan rupiah akan berada di rentang Rp14.935 per USD sampai Rp14.965 per USD.

"Masih adanya sentimen positif dari dalam negeri diharapkan dapat bertahan untuk membuat laju rupiah kembali mengalami kenaikan," kata Reza dalam riset hariannya, Senin, 5 November 2018.

Namun demikian ia juga memprediksi penguatan rupiah hari ini tidak berlangsung lama. Nilai tukar mata uang Garuda itu diprediksi akan terkena imbas terapresiasinya USD lantaran Amerika Serikat merilis data ketenagakerjaannya yang mengalami kenaikan.

"Dengan adanya kenaikan tersebut dimungkinkan juga akan menghambat peluang kenaikan rupiah," jelas dia.

Sementara itu melihat laju nilai tukar rupiah pada 2 November lalu, Reza menambahkan pada perdagangan itu rupiah kembali mengalami kenaikan karena mendapat dukungan dari data inflasi dan penyampaian pertumbuhan ekonomi oleh Bank Indonesia (BI).

"Rilis inflasi yang dianggap stabil memberikan sentimen positif pada rupiah, kali ini rupiah juga mendapat sentimen positif dari dalam negeri, di mana Bank Indonesia menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih solid," tutup dia.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id