Indeks Utama Saham Indonesia Berpeluang Melemah
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah lebih dari tiga pesen seiring kejatuhan imbal hasil treasury AS dan mendorong pelemahan saham bank dan industri. Hal ini dipicu oleh inversi dalam kurva imbal hasil yang menandakan potensi terjadinya resesi.

Samuel Research Team mengungkapkan imbal hasil jangka pendek bergerak lebih tinggi dari imbal hasil jangka panjang menunjukkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang melambat. Saat ini fokus tertuju pada imbal hasil obligasi AS, di mana imbal hasil bertenor 10 tahun turun ke titik terendahnya sejak pertengahan September.

Sementara itu, ketegangan terkait perdagangan terus membebani pasar keuangan global. Sedangkan harga minyak mentah tergelincir karena keraguan dari OPEC untuk menurunkan produksi minyak dan tanda-tanda membengkaknya surplus minyak di AS.  

Menteri Energi Saudi Khalid Al-Falih mengatakan terlalu cepat untuk memastikan OPEC dan eksportir minyak lainnya akan mengurangi produksi karena persyaratan kesepakatan masih belum terpecahkan. Adapun OPEC berharap harga minyak tidak kembali jatuh ke level yang rendah.

"Pagi ini beberapa bursa dibuka bervariasi dengan IHSG berpeluang melemah hari ini, seiring dengan sentimen dari global dan masih minimnya sentimen dari dalam negeri," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 799,36 poin atau 3,10 persen, menjadi ditutup di 25.027,07 poin. Indeks S&P 500 turun 90,31 poin atau 3,24 persen, menjadi berakhir di 2.700,06 poin dan Indeks Komposit Nasdaq ditutup 283,09 poin atau 3,80 persen lebih rendah, menjadi 7.158,43 poin.

Imbal hasil surat utang AS bertenor tiga tahun mencapai 2,805 persen, lebih tinggi dari imbal hasil surat utang AS bertenor lima tahun pada Selasa 4 Desember. Kurva imbal hasil terbalik menarik perhatian investor karena statistik historis menunjukkan ketika imbal hasil jangka pendek diperdagangkan di atas suku bunga jangka panjang, resesi dapat terjadi.

Kekhawatiran akan kemungkinan perlambatan ekonomi juga dipicu oleh panduan kuartalan yang lebih lemah dari perkiraan dari perusahaan pengembang perumahan Toll Brothers. Toll Brothers melaporkan penurunan pertama pesanan kuartalan dalam lebih dari empat tahun, terpukul oleh meningkatnya suku bunga dan harga rumah yang lebih tinggi.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id