IHSG Jeblok, BEI: Dana Asing tak Lari ke Luar Negeri

Ade Hapsari Lestarini 26 April 2018 19:44 WIB
ihsgpasar modal
IHSG Jeblok, BEI: Dana Asing tak Lari ke Luar Negeri
Direktur Utama BEI Tito Sulistio. (FOTO: ANTARA/Wahyu Putro)
Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan pertumbuhan di pasar modal Indonesia masih terpantau bagus, kendati indeks harga saham gabungan (IHSG) tertekan tajam.

Terkait anjloknya IHSG, Direktur Utama BEI Tito Sulistio menegaskan tidak ada dana asing investor yang lari dari Indonesia. Bahkan rata-rata investor asing yang berinvestasi mengalami peningkatan.

"Dana asing secara year on year (yoy) uangnya masih ada di negara ini (Indonesia). Investor aktif rata-rata ada 410 ribu dibandingkan tahun kemarin yang sebesar 31 ribu per hari," ungkap Tito, saat konferensi pers, di Jakarta, Kamis, 26 April 2018.

Tito mengungkapkan, secara yoy investor asing sudah mengeluarkan dana (outflow) di pasar saham sebesar USD7 miliar. Serta inflow dari obligasi mencapai USD8,5 miliar.

Selain itu, tambah dia, secara histori IHSG pernah merosot sebesar 3,9 persen pada 16-23 Desember 2017. Saat itu penyebabnya, lanjut dia, karena Donald Trump menang pemilihan umum di Amerika Serikat (AS).

Adapun untuk jumlah saham aktif yang diperdagangkan di pasar modal Indonesia sebesar 85 persen. Lebih tinggi dari Singapura yang hanya sebesar 65 persen. Sehingga, kata dia, masih terpantau wajar jika mengalami kenaikan dan penurunan.

"Likuiditas bagus 380 ribu dibandingkan 320 ribu. Hari ini 430 ribu. Frekuensi kita masih bagus 386 ribu, value memang turun," ujar dia.

Tito pun mengaku optimistis pertumbuhan di pasar modal masih sangat baik karena revenue pasar modal Indonesia masih paling bagus.

"Jumlah investor masih meningkat, saya anggap kita masih confidence," kata dia.

Pergerakan IHSG Kamis, 26 April 2018 tercatat mengalami penurunan sebesar 170,65 poin dengan berada pada level 5.909,20. Volume perdagangan mencapai 6,7 miliar lembar saham dengan nilai Rp8,3 triliun. Kejatuhan IHSG dipimpin oleh sektor konsumer dan perkebunan serta pertambangan. Hasilnya hanya 69 saham berhasil naik. Sementara 363 saham anjlok dan 101 saham tak diperdagangkan.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id