NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO Antara : Azis.
Ilustrasi. FOTO Antara : Azis.

Keinginan Masyarakat Berinvestasi Saham Masih Rendah

Ekonomi saham
04 Januari 2017 20:40
Metrovnews.com, Surabaya: Direktur PT Danareksa Sekuritas Saidu Solihin mengatakan, keinginan masyarakat Jawa Timur untuk berinvestasi saham masih sangat rendah, karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan perbankan mengenai investasi tersebut.
 
"Terus terang, selama ini kendala masyarakat berinvestasi masih rendah, padahal potensi nasabah saham di wilayah Surabaya dan Jawa Timur sangat tinggi," kata Saidu di Surabaya dikutip dari Antara, Rabu (4/1/2017).
 
Ia mengatakan, Danareksa yang merupakan salah satu perusahaan BUMN di bidang reksa dana hingga akhir 2016 hanya mencatatkan jumlah investor saham
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Danareksa Sekuritas di wilayah Surabaya sebanyak tiga ribu nasabah, sedangkan jumlah investor reksadana yang sudah bergabung di Danareksa Investment Management sekitar delapan ratus nasabah.
 
Jumlah itu, kata Saidu, masih bisa ditingkatkan mengingat jumlah potensi penduduk di Jawa Timur mencapai sekitar 40 juta, sehingga perlu didorong dengan sosilasisasi agar jumlah nasabah saham bisa meningkat.
 
"Sejalan dengan berakhirnya periode kedua amnesti pajak, peserta program itu diharapkan bisa menginvestasikan dananya ke berbagai instrumen investasi, seperti pasar saham dan reksa dana agar kontribusi terhadap perekonomian Indonesia besar," katanya.
 
Saidu mengatakan, apabila dana program amesti pajak masuk ke pasar modal khususnya ke perusahaan BUMN yang sudah go public, secara tidak langsung akan mendukung perusahaan tersebut dari segi akses permodalan.
 
"Bagaimana juga modal yang diperoleh dari pasar bursa bisa menjadi alternatif pembiayaan, selain mengandalkan kredit perbankan," jelas dia.
 
Sebelumnya, anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono saat berkunjung ke kantor Danareksa Surabaya menekankan masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal maupun melalui reksa dana.
 
"Investasi itu tidak hanya menguntungkan investor saja, tapi juga perekonomian secara keseluruhan. Dengan begitu diharapkan, kesadaran masyarakat untuk berinvestasi mulai tumbuh," katanya.
 
Bambang mengatakan sinergi BUMN sangat diperlukan dalam mendorong kesadaran berinvestasi, seperti antarbank BUMN, agar menunjang pertumbuhan industri jasa keuangan di Indonesia.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif