Ilustrasi. (Foto: MI/Usman Iskandar)
Ilustrasi. (Foto: MI/Usman Iskandar)

Pendapatan Pelita Samudera Naik 9% di Kuartal I-2019

Ekonomi emiten
Husen Miftahudin • 01 Mei 2019 03:13
Jakarta: PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSS) berhasil meraup pendapatan usaha sebanyak USD17,7 juta pada kuartal I-2019. Capaian itu naik sembilan persen bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD16,2 juta.
 
Sekretaris Perusahaan PSSI Imelda Agustina Kiagoes mengaku puas atas kenaikan pendapatan di tengah anjloknya harga batu bara. Hal ini lantaran perseroan memulai lini bisnis baru di kapal kargo curah atau mother vessel (MV) di akhir kuartal I-2018.
 
"Segmen MV telah berkontribusi sebesar 250 ribu metrik ton dari total volume keseluruhan sebesar 7,8 juta metrik ton di kuartal I-2019," ungkap Imelda dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa, 30 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perseroan juga baru menyelesaikan transaksi pembelian kapal MV kelas handy size. Sehingga, sampai saat ini total kapal kargo curah yang dimiliki sebanyak lima MV, dimana tiga MV baru mulai beroperasi di kuartal I-2019.
 
Di lain hal, tarif pelanggan mengalami kenaikan untuk segmen kapal tunda dan tongkang serta Floating Loading Facility (FLF) yang berkontribusi terhadap naiknya pendapatan di tiga bulan pertama tahun ini. Namun margin laba bruto mengalami penurunan sebesar delapan persen.
 
"Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar, upah crew kapal, serta depresiasi kapal yang sejalan dengan penambahan aset kapal sebagai bagian dari program ekspansi armada," ungkap Imelda.
 
Jumlah aset tidak lancar mengalami kenaikan sekitar 24 persen dari akhir 2018 yang dikontribusikan dari pembelian dua kapal MV kelas Supramax yang telah mulai beroperasi di kuartal I-2019. Jumlah liabilitas juga mengalami peningkatan sekitar 33 persen dibandingkan akhir 2018 akibat adanya penarikan pinjaman jangka pendek.
 
"Total aset mengalami kenaikan sekitar 13 persen dari USD110,11 juta di Desember 2018 menjadi USD124,96 juta di kuartal I-2019," urainya.
 
Adapun laba komprehensif perseroan mengalami penurunan sebesar 15 persen (yoy) di kuartal I-2019, dari USD2,6 juta menjadi USD2,2 juta akibat adanya kenaikan beban pokok pendapatan.
 
Namun demikian, struktur modal perseroan tetap terjaga dengan baik, ditunjukkan dari rasio gearing yang meningkat sebesar dua persen. Sementara rasio utang terhadap aset dan rasio utang terhadap ekuitas juga lebih baik sebesar 0,23 dan 0,38 di kuartal I-2019, lebih rendah dari masing-masing 0,29 dan 0,48 di kuartal I-2018.
 
Kapasitas keuangan tetap solid dimana ekspansi armada MV didanai dari kombinasi antara kas internal dan pendanaan bank.
 
"Selain volume pengangkutan batu bara dari segmen kapal tunda dan tongkang maupun segment FLF, segmen kapal MV sebagai bagian pendapatan yang bersar mempercepat laju pertumbuhan Perseroan di tahun-tahun berikutnya,"pungkasnya.
 

(AGA)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif