Penguatan Rupiah Belum Menjadi Tren
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diprediksi masih bergerak sideways meskipun sudah terjadi penguatan pada perdagangan kemarin. Katalis positif seperti tidak berubahnya suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) diharapkan bisa memperkuat gerak rupiah agar terus kokoh melawan keperkasaan USD.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Pryambada mengatakan penguatan nilai tukar rupiah belum menjadi tren sekarang ini. Dirinya memandang gerak nilai tukar rupiah akan berada pada Rp15.179 sampai Rp15.192 per USD.

"Sentimen dari dalam negeri yang masih variatif membuat pergerakan rupiah masih dalam kisaran yang sempit," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 26 Oktober 2018.

Adapun sentimen yang dimaksudkan seperti dirilisnya Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menilai stabilitas sektor jasa keuangan masih dalam kondisi terjaga di tengah ketidakpastian pasar keuangan, dan usaha pemerintah menekan defisit transaksi berjalan dengan mendorong ekspor.

Sementara dari sisi luar negeri, ia menambahkan, meski pergerakan mata uang Eropa (EUR) melemah seiring kondisi internal di zona Eropa, namun tidak membuat rupiah kembali menguat signifikan.

"Diharapkan penguatan dapat kembali terjadi," pungkas dia.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id