Indeks Sering Terkoreksi bukan Berarti Investor tidak Berminat

19 September 2018 08:54 WIB
ihsg
Indeks Sering Terkoreksi bukan Berarti Investor tidak Berminat
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi)
Jakarta: Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menyampaikan kondisi pasar saat ini yang sering terkoreksi turun bukan berarti tidak laku di investor.

"Meski pasar kini negatif, sebenarnya ada beberapa emiten yang sahamnya justru naik tinggi, antara lain yang pendapatan emitennya dalam bentuk dolar AS," kata Wawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 18 September 2018.

Selain itu, kata dia, investor juga melihat prospek ke depan perusahaan. Emiten seperti sektor logistik akan dilirik meski pendapatan mereka bukan dalam bentuk dolar AS. Pasalnya, investor melihat tren e-commerce sedang bagus.

Dengan demikian, penerimaan emiten sektor logistik di pasar akan baik karena investor melihat perusahaan harus tumbuh keuntungannya. "Jadi, tertarik atau tidaknya investor bergantung pada fundamen perusahaan," ujar Wawan.

Namun, kondisi itu jadi tantangan bagi emiten baru untuk membuat valuasi mereka cukup murah. Dengan begitu, ketika melakukan initial public offering (IPO) atau penawaran saham perdana, valuasinya menjadi menarik bagi investor karena meski harganya turun, tidak terlalu merugi. "Jadi kalau ekonomi segera membaik, harapannya harga saham bisa naik," ungkap dia.

Ia pun menegaskan koreksi-koreksi yang terjadi kini memang karena banyak ketidakpastian akibat ketakutan investor. Itu membuat mereka memilih menahan beli ataupun mengambil untung lebih dulu. "Tahun depan pasar cukup optimistis, apalagi tahun pemilihan presiden," ujarnya.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper menyatakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi melemah karena dorongan tekanan global yakni perang dagang yang kembali memanas.

Kemarin petang, IHSG ditutup melemah 12,46 poin atau 0,21 persen menjadi 5.811,79. Adapun nilai tukar rupiah menguat 13 poin menjadi Rp14.867 per USD dari sebelumnya Rp14.880 per USD. (Media Indonesia)

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id