Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

IHSG dan Rupiah Kompak Unjuk Gigi

Ekonomi ihsg kurs rupiah
Ade Hapsari Lestarini • 27 Juni 2019 17:08
Jakarta: Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta berbalik menguat pada penutupan perdagangan siang ini. Demikian juga dengan gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
 
Mengutip data Bloomberg, Kamis, 27 Juni 2019, rupiah ditutup menguat ke posisi Rp14.140 per USD dibandingkan pembukaan perdagangan pagi di level Rp14.182 per USD.
 
Sementara itu rentang gerak rupiah hingga sore ini berada di Rp14.140-Rp14.182,5 per USD. Selain itu mengutip data Yahoo Finance, rupiah melemah ke level Rp14.138 per USD. Rupiah menguat 32 poin atau naik 0,22 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, mencatat data kurs referensi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.180 per USD.
 
Senada, pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan sore ditutup makin menguat. Mengutip laman RTI, gerak IHSG terpantau naik 42,22 poin atau setara 0,66 persen ke posisi 6.352.
 
IHSG sempat menyentuh level tertinggi di posisi 6.357 dan level terendah di 6.320. Sementara itu volume perdagangan saham tercatat sebanyak 39,5 miliar lembar senilai Rp9 triliun. Sebanyak 231 saham menguat, 196 saham melemah, 134 saham stagnan, dan terjadi 516.468 kali transaksi.
 
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi sebelumnya mengatakan investor lebih mengimbangi prospek kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang kurang agresif karena dibayangi ancaman pertumbuhan global.
 
Lanjar sempat memprediksi laju indeks hari ini akan diperdagangkan di level 6.230-6.340 dengan pergerakan cenderung melemah.
 
"Kami perkirakan IHSG masih akan bergerak tertahan dengan kecenderungan melemah," kata Lanjar dalam riset hariannya, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Selain mengimbangi prospek kebijakan The Fed, Lanjar juga menjelaskan investor tengah menunggu pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang membahas mengenai perang dagang.
 
Sementara dari dalam negeri, menurut Lanjar, belum ada sentimen yang bisa mendongkrak pergerakan IHSG.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif