Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti)

IHSG Berpotensi Melaju ke Level 6.300

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 15 Agustus 2019 08:30
Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi melanjutkan penguatan. IHSG diperkirakan melaju ke level 6.300. Meski demikian, Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, adanya sentimen eksternal akan sedikit memperlambat ruang gerak IHSG.
 
Lanjar menyebutkan sentimen selanjutnya adalah investor akan terfokus pada liburnya sebagian bursa saham di Eropa, data penjualan ritel, dan pengangguran di Amerika Serikat. Diperkirakan data penjualan ritel di Amerika Serikat melambat secara bulan ke bulan dan tingkat pengangguran bertambah.
 
Hal itu, menurutnya, akan menjadi penekan pergerakan ekuitas. "Sehingga kami proyeksikan IHSG akan mencoba bergerak menguat terbatas dengan rentang pergerakan 6.200-6.320," kata Lanjar, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya masih optimistis indeks akan terus bergerak menguat. Tren yang ada saat ini menunjukkan pola penguatan jangka panjang. Ia mengungkapkan momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian.
 
Kondisi itu mengingat kondisi tren jangka panjang IHSG masih berada dalam pola uptrend. "Hari ini peluang kenaikan masih akan terlihat pada IHSG. Indeks akan bergerak di rentang support-resistance 6.123-6.372," ucap William.
 
Beberapa menu saham yang bisa dicermati investor hari ini adalah saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Astra International Tbk (ASII), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI).
 
Lalu, PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Timah Tbk (TINS), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT United Tractors Tbk (UNTR), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
 
Di sisi lain, indeks Dow anjlok 800,49 poin atau 3,05 persen menjadi 25.479,42 poin, menandai penurunan harian terbesar tahun ini. Indeks S&P 500 jatuh 85,72 poin atau 2,93 persen, menjadi 2.840,60 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun tajam 3,02 persen atau 242,42 poin menjadi 7.773,94 poin.
 
Adapun 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar. Sektor energi jatuh hampir empat persen dan memimpin kerugian. Sektor keuangan juga berada di antara yang berkinerja terburuk, mundur sekitar 3,4 persen, karena saham-saham bank utama sensitif terhadap suku bunga dan memperpanjang kerugian mereka.
 
Pelemahan yang terjadi termasuk Bank of America, Citigroup, dan JP Morgan. Saham Macy's anjlok lebih dari 13,2 persen, setelah jaringan toko serba ada AS itu melaporkan laba kuartal kedua di bawah perkiraan pasar. Pengecer ini juga mengurangi prospek laba untuk setahun penuh sebesar 20 sen.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif