BEI Belum Tahu Kesulitan Go-Jek Terkait IPO
Ilustrasi Go-Jek. (FOTO: MI/Galih)
Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku belum mengetahui kendala yang dihadapi PT Go-Jek Indonesia (Go-Jek) yang ingin melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengaku belum ada pembicaraan serius antara BEI dengan pihak Go-Jek. Sehingga bursa tak mengetahui sisi kesulitan Go-Jek ketika hendak mau IPO.

"Kami belum pernah diskusi serius dengan mereka. Kami tidak tahu di mana kesulitan mereka, kalau tahu kan bisa dibicarakan," ungkap Samsul saat ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis, 15 Februari 2018.


Samsul mengaku BEI pada dasarnya siap memfasilitasi perusahaan startup seperti Go-Jek yang ingin IPO. Dia mencontohkan PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) dan PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) yang telah IPO, walaupun kedua perusahaan tersebut belum mencetak keuntungan.

"Mereka sahamnya dicatatkan di papan pengembangan," jelas Samsul.

Baca: IPO Go-Jek Terkendala Ketatnya Syarat dan Regulasi

Emiten yang masih merugi pun, tutur dia, bisa masuk ke papan pengembangan. Namun harus bisa memenuhi syarat seperti memberikan proyeksi dalam beberapa tahun untuk menggapai laba.

"Memang harus ada proyeksi, kalau mau jual saham tanpa proyeksi kapan investor tahu mau untung. Itu dalam waktu selama tiga tahun ke depan," ucap dia.

Baca: Tanggapi IPO Go-Jek, BEI: Tak Ada Regulasi yang Menghambat

Samsul sebelumnya sempat mengatakan bursa memastikan tidak ada regulasi yang membuat perusahaan terkendala untuk menjalankan IPO di pasar modal Indonesia. 

"Saya rasa tidak ada kendala regulasi. Memang rasanya kendala itu di mana? Rasanya tidak ada kendala," tutur Samsul.

Regulasi yang dibuat oleh bursa, menurut Samsul, sudah sangat fleksibel. Kalau pun ada regulsi, hal itu merupakan aturan main yang sudah ada. 

"Ya kalau pakai dana publik ya memang harus ada aturan main. Ntar kalau usahanya tidak jalan, investor kan repot juga," tutur Samsul.

Maka dari itu, dia menekankan, regulasi yang dibuat oleh bursa mempunya tujuan yang baik untuk pelaku pasar maupun perusahaan tersebut. "Kalau investor rugi, mereka enggak mau, itu kan repot juga bagi mereka," ‎jelas Samsul.

 



(AHL)