Ilustrasi (AFP PHOTO/ADEK BERRY)
Ilustrasi (AFP PHOTO/ADEK BERRY)

Rupiah Berpotensi Redam Kekuatan Dolar AS

Ekonomi kurs rupiah
Annisa ayu artanti • 16 Januari 2019 08:48
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) berpotensi menguat lantaran adanya koreksi pada beberapa hari belakangan dianggap hanya sebagai koreksi minor. Sejumlah sentimen positif seperti masih datangnya arus modal ke Tanah Air diharapkan memperkuat gerak rupiah di zona hijau.
 
Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada memprediksi pergerakan rupiah hari ini berada di kisaran Rp14.072 sampai Rp14.089 per USD. Menurutnya posisi rupiah yang berada sekitar area lower bollinger memungkinkan pergerakan mengarah ke penguatan.
 
"Adanya koreksi sebelumnya dapat dianggap koreksi sesaat maupun minor dengan memanfaatkan pelemahan mata uang yen Tiongkok (CNY). Hari ini berpotensi menguat," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 16 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Reza menjelaskan pada perdagangan kemarin rupiah kembali menguat setelah sehari sebelumnya cenderung melemah akibat pelemahan CNY. Penguatan rupiah mampu bertahan di tengah mulai naiknya USD yang dipicu oleh pelemahan mata uang Eropa (EUR) dan membesarnya defisit neraca perdagangan.
 
Seperti diketahui, gerak mata uang rupiah pada hari ini menurut bloomberg bertahan di level Rp14.090 per USD. Kemudian Yahoo finance mencatat mata uang rupiah naik 35 poin dengan berada pada Rp14.085 per USD. Sementara Bank Indonesia merekam mata uang rupiah melemah dengan berada pada Rp14.084 per USD.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 155,75 poin atau 0,65 persen menjadi ditutup di 24.065,59 poin. Indeks S&P 500 bertambah 27,69 poin atau 1,07 persen, menjadi berakhir di 2.610,30 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melonjak 117,92 poin atau 1,71 persen, menjadi 7.023,83 poin.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi