Rupiah Ambil Momentum dari Pelemahan USD

Angga Bratadharma 23 November 2018 09:20 WIB
kurs rupiah
Rupiah Ambil Momentum dari Pelemahan USD
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)
Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) melemah ke level 96,0-96,5 terhadap mata uang kuat utama dunia lainnya. Kondisi itu terjadi seiring kembali naiknya indeks harga saham di Amerika Serikat yakni S&P 500 sebanyak 0,32 persen, sehingga permintaan USD sebagai safe haven sedikit melemah.

Selain itu, Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan, kemungkinan disepakatinya kesepakatan proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa mulai terlihat setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Ketua Komisi Eropa Jean-Claude Juncker sepakat bahwa kedua negara tetap dapat melaksanakan transaksi perdagangan secara bebas usai Brexit.

"Rupiah diperkirakan bergerak menguat ke level Rp14.500 sampai dengan Rp14.600 per USD," sebut Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 23 November 2018.

Di sisi lain, Oxford Economics memproyeksikan bahwa ekonomi AS dapat berkembang 2,9 persen pada 2018, dan melambat menjadi 2,5 persen di tahun depan. Menurut Biro Statistik Ekonomi AS, ekonomi AS tumbuh pada laju tahunan 3,5 persen pada kuartal ketiga dan 4,2 persen pada kuartal kedua tahun ini,

The Fed telah menaikkan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya tahun ini pada September, dan juga mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga lainnya pada Desember. Untuk zona euro yang beranggotakan 19 negara, think tank itu menurunkan prediksi PDB 2018 menjadi 1,9 persen, setelah mencatat pertumbuhan yang lemah pada kuartal ketiga.

PDB zona euro naik hanya 0,2 persen di kuartal ketiga, sebagian besar mencerminkan pelemahan sementara di Jerman. "Kami memperkirakan rebound di kuartal keempat, dengan perkiraan PDB 2018 dan 2019 direvisi sedikit lebih rendah menjadi masing-masing 1,9 persen dan 1,6 persen," ungkap Oxford Economics.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id