Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

IHSG Dibuka Perkasa Usai Kericuhan Hasil Pilpres

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 23 Mei 2019 09:01
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis pagi terpantau dibuka di zona hijau. Indeks saham acuan Indonesia mampu menghijau meski sejumlah massa sempat melakukan kericuhan akibat menolak hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait Pilres 2019.
 
IHSG Kamis, 23 Mei 2019, perdagangan pagi dibuka melonjak sebanyak 4,39 poin atau setara 0,1 persen ke level 5.944. Sedangkan LQ45 menguat sebanyak 1,42 poin atau setara 0,2 persen ke posisi 923 dan JII menanjak sebanyak 0,75 poin atau setara 0,1 persen ke posisi 622.
 
Pagi ini, seluruh sektor terlihat didominasi di zona hijau. Sektor keuangan menguat sebanyak 2,96 poin, sektor infrastruktur naik 0,87 poin, dan sektor properti menanjak 0,44 poin. Sedangkan sektor konsumer turun sebanyak 4,21 poin, dan sektor manufaktur tertekan sebanyak 1,38 poin.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Volume perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 312 juta lembar saham senilai Rp75 miliar. Sebanyak 49 saham terpantau menguat, sebanyak 20 saham terlihat tertekan, sebanyak 83 saham tidak berubah, dan sebanyak 560 saham tidak mengalami perdagangan.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 100,72 poin atau 0,39 persen menjadi 25.776,61. Sementara itu, S&P 500 turun sebanyak 8,09 poin atau 0,28 persen menjadi 2.856,27. Indeks Komposit Nasdaq turun 34,88 poin atau 0,45 persen menjadi 7.750,84.
 
Saham Qualcomm anjlok 10,86 persen setelah berita bahwa seorang hakim AS memutuskan perusahaan itu melanggar undang-undang antimonopoli dengan secara tidak sah menekan persaingan di pasar untuk cip ponsel.
 
VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH), yang melacak kinerja keseluruhan perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar di AS di industri semikonduktor, ditutup 1,76 persen lebih rendah. Dari 11 sektor S&P 500 utama, energi turun 1,58 persen, kelompok dengan kinerja terburuk. Utilitas dan perawatan kesehatan saham yang unggul.
 
Selain itu, Wall Street juga mencerna risalah pertemuan yang baru dirilis dari Federal Reserve AS. Beberapa investor berpikir inflasi AS mungkin jatuh lebih jauh tahun ini dan mengantisipasi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga guna memacu pertumbuhan.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif