Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

Resmi IPO, Saham Surya Fajar Capital Sempat Stagnan

Ekonomi ihsg emiten bei pasar modal ipo
Annisa ayu artanti • 19 Juni 2019 10:04
Jakarta: PT Surya Fajar Capital Tbk pagi ini resmi melakukan pencatatan saham perdana atau melakukan Initial Public Offering (IPO) di bursa saham Indonesia. Saat pertama kali listing, saham perusahaan naik 69,15 persen di mana sebelumnya sempat stagnan.
 
Perusahaan berkode SFAN ini melepaskan 212,5 juta lembar saham atau setara 20 persen dari modal disetor dan ditempatkan perusahaan. Saham SFAN ditawarkan seharga Rp188 per lembar saham. Dari aksi ini, perusahaan membidik dana segar sebesar Rp39,95 miliar.
 
Pada saat perdana listing, saham perusahaan yang bergerak di jasa keuangan dan investasi ini sempat stagnan lalu kemudian harga saham mulai beranjak naik 69,15 persen atau 130 poin ke Rp318. Saham tersebut ditransaksikan sebanyak satu kali dengan volume 10 lot. Artinya untuk sementara memperoleh dana segar Rp318 ribu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan masuknya di bursa efek, perusahaan jasa konsultasi dan investasi bisa berkembang. Perusahaan memiliki anak usaha di bidang P2P lending, di mana kita lihat perkembangannya di Indonesia dan diharapkan ke depan perusahaan bisa tumbuh," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019.
 
Sementara itu, Direktur Utama SFAN Hary Herdiyanto mengatakan proses bookbuliding dan penawaran umum telah berjalan dengan lancar. Adapun tingginya antusiasme masyarakan terhadap IPO perusahaan menunjukkan kepercayaan masyarakat yang tinggi.
 
Perusahaan akan menggunakan sekitar 58 persen dari dana segar yang diperoleh dari IPO itu untuk memperkuat permodalan entitas anak yaitu PT Surya Fajar Sekuritas (SFS) dan PT Bursa Akselerasi Indonesia. Sementara sisanya sebesar 42 persen akan digunakan untuk kegiatan investasi dan modal kerja perusahaan.
 
"Kami berharap dana IPO ini akan mempercepat pengembangan usaha perusahaan secara eksponensial, di mana sebagian dana tersebut nantinya akan digunakan oleh entitas anak untuk meningkatkan, memperbaiki, dan memperkuat sistem informasi dan teknologi yang ada," kata Hary.
 
Direktur Keuangan SFAN, Evie Feniyanti menambahkan, aksi ini akan semakin memperkuat struktur permodalan, meningkatkan good corporate governance dan membuka akses lebih luas terhadap sumber pendanaan alternatif yang berasal dari pasar modal.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif