Rupiah Diperkirakan Melanjutkan Pelemahan

Angga Bratadharma 28 Juni 2018 08:32 WIB
kurs rupiah
Rupiah Diperkirakan Melanjutkan Pelemahan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta: Dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan bergerak menguat di sekitar level 95,2-95,5 terhadap beberapa mata uang utama dunia terutama yen dan Swiss franc setelah perlahan-lahan AS melunak terhadap restriksi investasi Tiongkok terhadap industri berteknologi tinggi AS. Namun, risiko masih tetap membayangi hubungan perdagangan di kedua negara.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengatakan imbal hasil treasury AS 10 tahun AS turun sebesar lima bps ke level 2,83 persen semalam dan menunjukan bahwa investor semakin gemar mengumpulkan aset berdenominasi USD setelah meredanya isu restriksi investasi Tiongkok di AS.

"Sedangkan nilai tukar rupiah diperkirakan masih melanjutkan pelemahan jelang rapat RDG yang dilaksanakan hari ini dan diperkirakan akan berkahir dengan naiknya tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi lima persen," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 28 Juni 2018.

Selain itu, lanjut Ahmad Mikail, melemahnya sejumlah mata uang di Asia akibat penguatan USD diperkirakan turut mendorong pelemahan nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.190 sampai dengan Rp14.270 per USD. Diharapkan sejumlah sentimen positif bisa menghentikan pelemahan tersebut.

"Imbal hasil treasury jangka menengah (10 tahun) dan panjang di AS (30 tahun) cenderung turun sebesar tiga dan enam bps ke level 2,82 persen dan 2,97 persen," tukasnya.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average menurun 165,52 poin atau 0,68 persen menjadi ditutup di 24.117,59 poin. Indeks S&P 500 turun 23,43 poin atau 0,86 persen menjadi berakhir di 2.699,63 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup berkurang 116,54 poin atau 1,54 persen, menjadi 7.445,08 poin.

Intel adalah salah satu saham berkinerja terburuk dalam Dow. Sektor teknologi turun 1,5 persen, memberikan kontribusi besar terhadap penurunan S&P 500. Komposit Nasdaq mundur karena Amazon dan Alphabet masing-masing turun 1,8 persen dan 1,4 persen. Penurunan di Facebook dan Netflix juga mendorong Nasdaq lebih rendah.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id