Rupiah Mencapai Rp14.179/USD
Illustrasi. MI/Atet Dwi Pramadia.
Jakarta: Mata uang rupiah pada penutupan perdagangan hari ini semakin menjauhi level Rp14.000 per USD. Mata uang rupiah semakin melemah setelah pada awal pekan ini juga melemah.

Bloomberg, Selasa, 26 Juni 2018, mencatat mata uang rupiah melemah 21 poin atau 0,14 persen dengan berada pada Rp14.179 per USD. Yahoo Finance melansir mata uang rupiah melemah 25 poin dengan berada pada Rp14.175 per USD. Kemudian Bank Indonesia merekam mata uang rupiah melemah 49 poin dengan berada pada Rp14.163 per USD.

Indeks dolar diperkirakan bergerak melemah di sekitar level 94,2-94,5 terhadap beberapa mata uang utama dunia terutama Yen seiring masih tingginya ketidakpastian terhadap risiko perang dagang antara AS dan Tiongkok setelah pernyataan Trump yang menginginkan restriksi terhadap investasi Tiongkok di AS.

Yen berakhir menjadi pilihan investor sebagai save heaven di tengah ketidakpastian atas risiko perang dagang tersebut. Yield US treasury 10 tahun AS tetap di level 2,88 persen semalam menunjukkan bahwa obligasi AS tersebut tetap menjadi pilihan investasi di tengah ketidakpastian perang dagang AS dan Tiongkok serta pelemahan mata uang di sejumlah negara-negara berkembang.

Mata uang rupiah sendiri diperkirakan masih akan lanjutkan pelemahan setelah data neraca perdagangan Mei di luar dugaan masih mengalami defisit yang cukup tinggi sebesar USD1,54 miliar kemarin. Kemungkinan dinaikannya kembali tingkat suku bunga BI 7-D RR pada RDG BI Juni diperkirakan dapat sedikit membantu pelemahan rupiah. "Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.100-Rp 14.170 per USD," kata Samuel Sekuritas indonesia.



(SAW)