Nilai Tukar Rupiah Sentuh Level Tertinggi
Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)
Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup menguat setelah pernyataan the Fed yang menyatakan nyaman dengan potensi tingkat inflasi yang lebih tinggi dari target sebagai akibat membaiknya kondisi makroekonomi. The Fed memungkinkan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan di Juni mendatang.

Samuel Research Team mengungkapkan, dari perkembangan data perekonomian terkini, data manufaktur PMI dilaporkan sebesar 56,6 vs 56,5 di bulan sebelumnya, sedangkan new home sales tercatat di atas angka konsensus. Malam ini, FED MoM dijadwalkan terbit dan pasar Eropa kemarin melemah di tengah kondisi ketidakpastian Pemerintahan Italia.

"Dari pasar komoditas harga minyak dunia dan emas turun," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 24 Mei 2018.

Pagi ini, lanjut Samuel Research Team, beberapa indeks yang telah beroperasi perdagangannya bergerak bervariasi. Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat di tengah tekanan berkelanjutan. Ada harapan agar IHSG bisa terus menguat seiring hadirnya sentimen positif.

"Nilai tukar rupiah kembali menyentuh level tertingginya dalam satu tahun dan ditutup pada Rp14.207 per USD atau lebih tinggi dibandingkan dengan penutupan di hari sebelumnya. Sedangkan pasar EIDO menguat," tukas Samuel Research Team.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id