Waspadai Sentimen yang Menghalangi Gerak Rupiah
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)
Jakarta: Mata uang dolar AS (USD) sedang berada pada tren kenaikannya akibat banyaknya permintaan uang dari negeri Paman Sam itu. Kondisi ini bisa menjadi penghalang bagi rupiah untuk bergerak dalam tren positifnya.

"Kembali waspada terhadap sentimen yang dapat menahan rupiah untuk bergerak positif," ‎ucap A‎nalis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada dalam riset hariannya, Kamis, 7 Desember 2017.

Dia memproyeksikan, melihat masih adanya potensi ke zona merah maka rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.542 per USD, sedangkan target resisten akan berada di Rp13.509 per USD. "Seperti kemarin, rupiah diharapkan dapat menguat, tapi kalah akan banyaknya permintaan USD," jelas dia.


Reza menambahkan masih adanya sentimen dari optimisme pasar terhadap pengesahan program reformasi pajak di Amerika Serikat (AS) membuat USD kembali melanjutkan penguatannya.

"Mata uang Garuda yang sebelumnya dapat bertahan positif, berbalik melemah seiring meningkatnya permintaan akan mata uang USD," ujar Reza.

Di sisi lain, kata Reza, nilai USD juga mendapat sentimen positif dari bertumbuhanya US private sector employment. Adapun sentimen positif dari dalam negeri berupa tertariknya beberapa investor asing pada sejumlah proyek infrastruktur Indonesia tampaknya masih kurang kuat untuk mempertahankan pergerakan positif rupiah.

Seperti diketahui, pergerakan USD melonjak terhadap sebagian besar mata uang utama pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena investor terutama berfokus pada data ekonomi yang baru dirilis.

Mengutip Xinhua, Kamis, 7 Desember 2017, pekerjaan sektor swasta AS meningkat 190 ribu dari Oktober sampai November, demikian dilaporkan Ketenagakerjaan Nasional ADP. Laporan ADP sering dilihat sebagai pratinjau data gaji nonpertanian AS yang diawasi ketat yang akan keluar pada Jumat.

Sementara itu, investor terus memantau kemajuan reformasi pajak negara. Analis mengatakan sepertinya hanya masalah waktu sebelum tagihan akhir mencapai Presiden AS Donald Trump untuk mendapatkan persetujuan akhir, meskipun Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat memiliki perbedaan dalam tagihan pajak.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,21 persen pada 93,579 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1794 dari USD1,1815 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3376 dari USD1,3437 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7562 dari USD0,7608.

Selain itu USD membeli 112,26 yen Jepang, lebih rendah dari 112,59 yen pada sesi sebelumnya. USD naik menjadi 0,9902 franc Swiss dari 0,9883 franc Swiss, dan mencapai 1.2797 dolar Kanada dari 1.2695 dolar Kanada.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360