Analis Perkirakan Rupiah Masih
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diprediksi berada dalam kondisi yang sama dengan hari sebelumnya yaitu belum bisa terangkat atau masih layu. Hal itu akibat tidak adanya sentimen positif yang cukup signifikan mendorong penguatan rupiah.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan hari ini gerak rupiah akan berada pada level Rp15.210 sampai Rp15.222 per USD. Ia melihat pergerakan sideways masih kembali terjadi dan dimungkinkan masih dapat kembali terjadi pada pergerakan selanjutnya.

"Seiring belum adanya sentimen yang dapat mengangkat rupiah lebih lanjut," kata Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018.

Sementara itu, Reza menjelaskan, gejolak global masih terus menekan level rupiah. Satu faktor eksternal yang akan dihadapi rupiah adalah melemahnya mata uang Eropa (EUR) karena sentimen internal Jerman. Hal tersebut diperkirakan berimbas buruk terhadap rupiah kedepannya.

"Mulai melemahnya EUR seiring sentimen internal Jerman diperkirakan dapat berimbas negatif pada rupiah," ucap Reza.

Seperti diketahui, pergerakan rupiah pada 29 Oktober 2018 tidak mengalami perubahan. Level rupiah ajeg di Rp15.200-an per USD. Kondisi tersebut terjadi karena sentimen positif belum direspons pelaku pasar sehingga membuat laju rupiah cederung melanjutkan gerak melemah.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id